Pemungutan Suara Ulang Madina, Instansi Diliburkan

Hari H pelaksanaan pemungutan suara ulang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal pada 20 April mendatang, seluruh instansi baik pemerintah ataupun swasta akan diliburkan. Ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) di mana dalam pelaksanaan demokrasi agar setiap pemilih bisa menyalurkan hak suaranya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina Jefri Antoni SH saat dihubungi METRO, Rabu (23/2) menuturkan sesuai PP dan perundang-undangan, saat pelaksanaan demokrasi seperti pemungutan suara, seluruh instansi dan sekolah jika pelaksanaannya pada hari kerja, akan diliburkan. Instruksi ini dalam waktu dekat akan dikeluarkan oleh Gubernur Sumatera Utara. Dalam instruksi itu, Pemprov Sumut akan menyampaikan ke seluruh instansi untuk meliburkan pegawainya pada hari H.

Disinggung mengenai jika ada instansi membandel atau tetap menjalankan rutinitas pekerjaannya, Jefri menyebutkan hal itu bukan tanggung jawab KPU Madina untuk mengambil tindakan. “Terserah instansi itulah, yang pasti kita sampaikan instruksi Gubsu untuk meliburkan. Dan kalau masih berjalan atau beroperasi, sanksinya dari pihak Pemprovsu,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Bersamaan dengan UN
Untuk diketahui, pelaksanaan pemungutan suara ulang Madina bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA sederajat, yakni tanggal 18 hingga 21 April. Terkait ini, Jefri menjelaskan itu merupakan kebijakan dari dinas atau instansi terkait.

”Secara teknis yang lebih tahu adalah dinas atau instansi terkait apakah diliburkan, ditunda, atau cara lainnya. Tapi kalau menurut saya, UN bisa saja tetap berlangsung karena menurut biasanya UN selesai pukul 10.00 WIB. Sedangkan pemungutan suara ulang ini dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Jadi kalau memang peserta UN itu terdaftar di DPT, bisa saja setelah pulang UN dia ke TPS. Itu kan tidak masalah,” sebutnya lagi.

Baca Juga :  Di Paluta - Harga Karet dan TBS Membaik

Sementara itu Pj Kepala Dinas Pendidikan Madina Imron SPd MM saat dikonfirmasi METRO terkait jadwal UN dan pemungutan suara ulang yang bersamaan mengatakan, pihaknya masih akan memusyawarahkannya dahulu.
”Sebelumnya saya tak tahu kalau waktunya bersamaan. Tapi secara teknis akan saya koordinasikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi bagaimana jalan keluarnya. Kalau tidak melanggar instruksi Gubsu, menurut saya tidak masalah UN tetap berlangsung karena itu juga sudah jadwal Kemendiknas seluruh Indonesia. Intinya saya koordinasikan dulu,” kata Imron, Rabu (23/2) melalui telepon selulernya. (wan) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*