Penahanan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bandara Aek Godang Terkesan Dipaksakan

Penetapan tersangka dan penahanan terhadap staf teknis penyempurnaan sholder di daerah penempatan PAPI Bandara Aek Godang seluas 3.450 M2, LT(42) terkesan dipaksakan dan diduga melanggar Hak Azasi Manusia (HAM). “Status tersangka dan penahanan yang dilakukan Kejari P. Sidimpuan terhadap LTN dipaksakan dan melanggar HAM. LTN kan hanya staf biasa. Lagian alat bukti dan kerugian negara masih simpang siur. Dia juga sedang sakit saat pemeriksaan,“ ujar kuasa hukum LTN, Rakerhut Situmorang dari kantor Hukum Hombing Rizal dan rekan kepada wartawan di Padangsidimpuan, Selasa (13/7).

Menurutnya, dalam pelaksanaan poyek penyempurnaan sholder di daerah penempatan PAPI Bandara Aek Godang yang anggarannya bersumber dari APBD provinsi TH 2008 senilai Rp 683.856.000, LTN (42) hanya staf teknis pada Dishub Provinsi Sumut yang bertugas melakukan penelitian terhadap pelaksanaan pekerjaan berdasarkan laporan-laporan yang diberikan oleh pelaksana pekerjaan CV Tahta Mandiri dan pengawas pekerjaan CV Irbie Nusa Consultant. Namun anehnya, dalam proses pemeriksaan terhadap Heriyono selaku pejabat pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) LTN diperiksa sebagai saksi oleh Jaksa penyidik Kejari P. Sidimpuan, namun pada 15 Juli 2010, tiba-tiba LT memperoleh surat panggilan pertama sebagai tersangka.

Rakerhut mengaku heran kenapa pihak Kejari Sidimpuan tidak menetapkan kontraktor maupun dan Kadishub Sumut yang menjadi tersangka karena dinilai lebih bertanggung jawab atas proyek itu. “Kontraktor, Kadishub dan bendahara, orang-orang yang sesungguhnya lebih bertanggung jawab, kok mereka tidak dijadikan tersangka,” keluhnya. Ditambahkan, dalam upaya penegakan supremasi hukum pihaknya juga telah melayangkan surat kepada Kejatisu yang memuat permohonan atensi dan pengawasan terhadap jaksa penyidik Kejari Sidimpuan.“Kita sudah melayangkan surat ke Kejatisu. Dan selanjutnya kita akan mempraperadilkan kasus ini, demi tegaknya supremasi hukum “terangnya.

Baca Juga :  KPK DIMINTA TANGKAP DRS.ZULKARNAEN NASUTION

Ketika hal itu dikonfirmasikan kepada Kasi Intel Kejari Padangsidimpuan yang juga jaksa penyidik kasus dugaan korupsi proyek penyempurnaan sholder bandara Aek Godang, Polim Siregar SH, membantah seluruh tudingan tersebut termasuk tudingan menerima sejumlah uang atas kasus tersebut. “Saya tidak ada menerima uang atas kasus tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, penetapan dan penahanan terhadap LT sudah sesuai prosedur yang berlaku. Jadi tidak ada rekayasa dalam penetapan LTN sebagai tersangka. “LT sudah dijadikan tersangka sejak April lalu tegasnya. Untuk memudahkan pemeriksaan serta menjaga agar tidak menghilangkan barang bukti maka pada Senin (12/7) tersangka IT ditahan,” ujarnya.

Dijelaskannya, kontraktor proyek tersebut juga sudah ditetapkan jadi tersangka dan dalam berkas yang lain. “Semua yang terlibat pasti akan kita jadikan tersangka dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum,” ujarnya seraya mengharapkan agar jangan berburuk sangka soal penanganan kasus tersebut.

Sumber: http://hariansib.com/?p=131944

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*