Penambang Liar Segera Ditertibkan

MADINA-Lebih dari 500-an pendatang yang merupakan penambang liar di Kecamatan Hutabargot dan Nagajuang, Kabupaten Mandailing Natal yang berasal dari daerah Bogor, Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Mereka sudah berada di kedua kecamatan itu sejak beberapa tahun terakhir dan diduga tidak memiliki identitas kependudukan sebagai warga pindahan. Karena belum ada seorangpun yang terdaftar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Madina.

Kadisduk, Capil, Nakertrans Madina melalui Kabid Kependudukan dan Capil Ibrahim Lubis SE kepada METRO, Senin (16/1) menjelaskan, hingga hari ini pihaknya tidak ada menerima laporan perpindahan dari ratusan warga dari luar Madina yang berdomisili di daerah Hutabargot dan Nagajuang. Begitu juga dengan pengusulan identitas dan lain sebagainya.

Diakui Ibrahim, pihaknya sendiri belum pernah mendata secara langsung jumlah warga yang tinggal di Madina berasal dari pulau Jawa. Seharusnya pendatang tersebut sebelum berdomisili atau tinggal pertama kali harus melapor ke Kades, lalu ke kantor kecamatan, kemudian ke Dinas Kependudukan agar didata. “Namun sampai saat ini belum ada laporan perpindahan dari kades atau camatnya, makanya kita belum tahu keberadaannya,” sebutnya.

Dijelaskan Ibrahim, pihaknya memang sudah berencana untuk melakukan razia yustisia mengenai pendatang tanpa identitas ini. Namun sampai saat ini pihaknya belum melakukannya karena terkendala pada dasar hukum. “Kita belum menentukan sikap untuk melakukan razia, meskipun telah direncanakan karena dasar hukum. Ada juga surat edaran dari pemerintah pusat dalam rangka perekaman data e-KTP agar seluruh warga yang berdomisili di mana saja agar didata,” ujarnya.

Baca Juga :  3.068 Peserta Seduh dan Minum di Festival Kopi Sipirok dan Pecahkan Rekor MURI, Berharap Tembus Pasar Dunia

Untuk itulah, lanjut Ibrahim, pihaknya saat ini hanya menyarankan kepada seluruh warga pendatang yang ada di Madina termasuk penambang liar yang datang dari Jawa agar melapor ke kantor kecamatan terdekat agar bisa didata. “Kita sudah sampaikan agar mereka melapor ke kecamatan masing-masing agar didata. Mengenai razia, kepala dinas saat masih berada di Batam dan hasilnya nanti akan kita beritahukan,” tambahnya.

Camat Nagajuang Edi Sahlan SH yang dikonfirmasi METRO mengatakan, di Nagajuang juga sudah ada ratusan warga dari luar Madina yang datang menambang. Namun hingga kini belum ada seorangpun yang melaporkan keberadaannya. Warga Jawa yang berdatangan itupun sebagian ada yang tinggal di Nagajuang dan ada juga yang tinggal di sekitar Panyabungan.

“Kalau jumlahnya mungkin ada seratusan orang, tapi sampai saat ini belum ada yang melaporkan pindahan, begitu juga ke Kades. Karena mereka didatangkan oleh para toke-toke atau penampung,” sebutnya.

Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution mengatakan, pihaknya menyarankan agar seluruh warga yang berasal dari Madina agar melapor ke kades atau ke kecamatan masing-masing, karena itu memang sudah peraturan. (wan)

www.metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Harga Sawit di Tapsel Merangkak Naik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*