Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tapanuli Selatan Turun

Berdasarkan evaluasi dan analisa terhadap realisasi kondisi dan potensi sumber pendapatan daerah serta hasil koordinasi dan konsultasi dengan pemerintah atasan terkait kondisi umum Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran (TA) 2010, pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tapsel sebesar Rp521.626.829.844 atau mengalami penurunan sebesar Rp15.373.237.564 atau 2,86 persen dari anggaran semula Rp537.000.408.

Demikian disampaikan Bupati Tapsel, Syahrul Pasaribu, di hadapan sidang paripurna penyampaian pengantar nota keuangan R-PAPBD Tapsel TA 2010, di ruang sidang paripurna DPRD Tapsel, Jalan Sudirman, Kota Psp, Jumat (19/11).

Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang semula direncanakan sebesar Rp 33.418.847.679, setelah perubahan menjadi Rp30.066.110.095 atau turun sebesar Rp3.352.737.584 atau 10,03 persen. Pendapatan dari dana perimbangan dalam TA 2010 sebesar Rp424.233.172.000 dan setelah perubahan sebesar Rp398.769.532.447 atau turun Rp25.463.639.553 atau 6 persen.

“Serta lain-lain pendapatan daerah yang sah yang semula direncanakan sebesar Rp79.348.047.729 setelah perubahan menjadi Rp92.791.187.302 mengalami kenaikan sebesar Rp13.443.139.573 atau naik 16,94 persen,” ujar Bupati,

Dirincikan Ketua Korda DPD Partai Golkar (PG) Sumut ini, untuk wilayah Tapsel, Psp, Paluta dan Palas ini, mengenai kenaikan pendapatan daerah secara umum, yaitu pertama hasil pajak daerah sebelum perubahan Rp8.040.861.435 setelah perubahan Rp5.455.391.666 sehingga turun Rp2.585.469.769.

Kedua, hasil retribusi daerah sebelum perubahan Rp7.523.439.768, sesudah perubahan Rp6.286.961.129, turun Rp1.236.478.639. Ketiga, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebelum perubahan Rp10.405.000.000, sesudah perubahan Rp17.640.000.000 mengalami kenaikan Rp7.235.000.000.

Baca Juga :  FIFA Minta Indonesia Konsisten

Keempat, lain-lain PAD yang sah sebelum perubahan Rp7.449.546.476 setelah perubahan Rp683.757.300 mengalami penurunan Rp6.765.789.176, kelima bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak sebelum perubahan Rp48 miliar sesudah perubahan Rp22.536.360.447 mengalami penurunan Rp25.463.639.553.

Seterusnya, keenam, Dana Alokasi Umum (DAU) tetap tidak mengalami perubahan Rp334.737.772.000. Ketujuh, Dana Alokasi Khusus (DAK) juta tidak mengalami perubahan sebesar Rp41.495.400.000. Kedelapan, pendapatan hibah sebelum perubahan Rp34.517.959.000 dan setelah perubahan Rp0 atau turun Rp34.517.959.000.

Kesembilan dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya tetap tidak mengalami perubahan Rp21.475.183.729, kesepuluh dana penyesuaian dan otonomi khusus sebelum perubahan Rp10.538.025.000, setelah perubahan Rp58.499.123.573 mengalami kenaikan Rp47.961.098.573 serta terakhir bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya tetap tidak mengalami perubahan sebesar Rp12.816.880.000.

Di sidang paripurna, Bupati juga menyampaikan belanja daerah Tapsel Rp532.309.833.916 atau mengalami penurunan Rp11.900.134.590 atau 2,18 persen dari sebesar Rp544.209.968.506.

“Namun dari hasil pembahasan badan anggaran DPRD bersama TPAD pada Selasa (16/11) dan Kamis (18/11) diusulkan tambahan pengurangan belanja tidak langsung sebesar Rp11.306.255.500, namun menurut hemat kami, kebijakan penyesuaian anggaran menjadi Rp7.401.056.500 dengan mengurangi uang makan harian pegawai untuk semester II dari harga satuan Rp10.000 perjari menjadi Rp5.000 per hari,” ucap Bupati. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pengumuman kelulusan CPNS Mandailing Natal

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*