Penderita AIDS di Padangsidimpuan 14 Orang

Sejak beberapa tahun terakhir hingga 2010, jumlah penderita Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Padangsidimpuan, tercatat 14 orang. Dan 11 di antaranya sudah dalam penanganan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

“Sampai tahun ini, jumlah penderita AIDS mencapai 14 orang. Dan 11 di antaranya sudah kita tangani, sedangkan 3 lainnya masih menunggu hasil test darahnya. Apakah penderita secara sukarela mau menerima testnya atau tidak, jika tidak maka tidak akan kita beritahukan kepadanya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), Dinkes Tapsel, dr hj Sri Khairunnisa, kepada METRO, Jumat (3/12).

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) bekerja sama dengan PT Agin Court serta LSM Medan Plus khusus pemerhati AIDS, menggelar sosialisasi tentang HIV/AIDS, kepada kelompok beresiko tinggi, Kamis (2/12).

Dalam sosialisasi itu, pihak Dinkes mengaku, bahwa klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) sudah ada di Tapsel yang ditempatkan di RSUD Tapsel, di Sipirok dan sudah diresmikan beberapa waktu lalu.

Di klinik VCT ini, sambung Sri, disediakan screening terhadap kelompok beresiko tinggi untuk diperiksa darahnya. Namun, harus bersedia secara sukarela untuk diperiksa darahnya bukan dipaksa.

Dijelaskannya dalam HIV-AIDS dikenal istilah fenomena gunung es yang artinya adalah bahwa yang kelihatan selama ini adalah puncaknya saja, yaitu orang-orang yang terdata dan dilaporkan.

Baca Juga :  10 Detik, Peringatan Dini Gempa di Jepang!

“Dengan adanya klinik VCT ini harapannya akan lebih banyak lagi ditemukan orang-orang yang terinfeksi, yang selama ini tidak terdata sehingga tujuan untuk stop AIDS bukan hanya sekadar slogan. Maka untuk menindaklanjuti program ini, kita terus melakukan sosialisasi tentang bahaya AIDS kepada kelompok beresiko tinggi,” bebernya.

Sri menambahkan, pelaksanaan sosialisasi ini bekerja sama dengan OT Agin Court yang peduli terhadap masalah penyakit AIDS dan juga LSM Medan Plus yang selama ini gigih memerangi perkembangan AIDS di Sumatera Utara.

Dalam sosialisasi itu, lanjut Sri, tim dari Dinkes Tapsel, LSM Medan Plus, dengan pembicara Musa dan Wulan dan juga PT Agin Court memberikan penyuluhan tentang bahaya penyakit mematikan bernama AIDS yang ditimbulkan oleh virus HIV terhadap manusia dan orang di sekitarnya.

“Orang yang mengidap penyakit ini, secara perlahan namun pasti, kekuatan sistem imun atau kekebalan tubuhnya akan terus menurun dan secara perlahan akan menuju kepada kematian,” ucapnya.

Dilanjutkannya, AIDS bisa menular kepada orang lain melalui kontak fisik utamanya hubungan seks bebas, menggunakan jarum suntik secara bergantian, memakai narkoba dan juga transfusi darah dari penderita AIDS. “Jika sudah begitu berapa banyak mata rantai manusia yang akan tertular dan penyakit ini berpotensi memusnahkan generasi penerus bangsa. Untuk itu, mari stop HIV/AIDS sampai di sini,” ajaknya. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pantai Muara Upu Tapsel Butuh Pelestarian

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*