Penderita Atresia Bilier – Bilqis Meninggal Dunia di RS Karyadi

Mega Putra Ratya – detikNews

Jakarta – Masih ingat dengan Bilqis Anindya Passa? Setelah berjuang setahun lebih agar bisa pulih dari penyakit gangguan hati Atresia Bilier, Tuhan punya kehendak lain. Pada pukul 15.00 WIB, Bilqis meninggal dunia di RS Karyadi, Semarang.

“Iya Bilqis udah nggak ada. Bilqis meninggal pukul 15.00 WIB di ICU RS karyadi,” ujar Sang Bunda, Dewi Farida, dengan suara lirih saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/4/2010).

Dewi menuturkan, Bilqis tutup usia karena mengalami gagal nafas. Kondisi Bilqis yang tidak prima membuatnya harus dirawat di ICU selama sebulan sebelum menjalani operasi cangkok hati.

“Belum sempat dioperasi karena kondisi fisiknya yang kurang memungkinkan,” ungkapnya.

Rencananya Bilqis akan langsung dibawa ke rumahnya di Jakarta untuk dimakamkan. Dewi sendiri saat dihubungi sedang berada di Bandara Soekarno Hatta untuk terbang ke Semarang.

“Saya di Jakarta karena sedang ada acara. Kemudian ada kabar ini. Saya akan jemput dia sekarang,” katanya terbata-bata.

Bilqis diketahui mengidap saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal (Atresia Bilier) saat usianya menginjak 2 minggu. Sekujur tubuhnya menghitam dan kekuningan.

Perutnya buncit dan gatal di seluruh tubuhnya. Kotorannya pun berwarna kuning pucat.

Keluarga Bilqis berusaha keras untuk membiayai operasi buah hatinya itu yang menelan biaya sekitar Rp 1 miliar. Sekelompok orang yang bersimpati pada Bilqis lalu membuat gerakan ‘Koin untuk Bilqis’ untuk mengumpulkan dana operasi.

Baca Juga :  UKM Tabo Kopi Sipirok Butuh Perhatian Pemerintah

(gah/mad)

Bilqis Meninggal karena Diserang 3 Bakteri Ganas
Triono Wahyu Sudibyo – detikNews

Semarang – Meski sudah dirawat intensif dan menjalani serangkaian pemeriksaan untuk persiapan operasi cangkok hati, Bilqis Anindya Passa, akhirnya meninggal dunia. Menurut tim medis, Bilqis terkena serangan tiga bakteri ganas yang menjadi penyebab kematian balita pengidap Arteresia Billier ini.

“Bakteri itu menyerang paru-paru dan darah,” kata tim cangkok hati dokter AG
Soemantri di RS Kariadi Semarang, Jl Dr Sutomo, Sabtu (10/4/2010) petang.

Soemantri menyebutkan ketiga bakteri ganas itu adalah acenobacter bowmani , klebsiela pnemonia di paru-paru dan seratia marcescens di darah.

“Bakteri ini mengakibatkan daya tahan menurun, sesak napas, dan denyut jantung melemah,” paparnya.

Soemantri yang dikenal sebagai penggagas cangkok hati ini menambahkan, bakteri itu biasa menyerang pada penderita atresia billier. “Hampir 40 persen penderita, mengalaminya,” jelasnya.

Serangan bakteri itu, lanjut Soemantri, yang membuat tim medis belum melakukan operasi cangkok hati. “Memang butuh waktu lama untuk persiapan,” tambahnya.

Tim medis telah mengerahkan ahli dari berbagai bidang, mulai dari mikrobilogi, anastesi, laboratorium, hingga mikroskopis. Namun, kondisi Bilqis tak membaik dan akhirnya meninggal.

Bilqis berada di RS Kariadi selama hampir 2 bulan. Kondisi kesehatannya naik turun. Beberapa kali putri pasangan Doni Ardianta Passa dan Dewi Farida ini keluar masuk instalasi gawat darurat atau PICU. (try/mpr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*