Penderita Gizi Buruk dari MADINA Bebas Biaya Perobatan

www.metrosiantar.com

Anggota DPRD Madina saat mengunjungi pasien gizi buruk

MADINA-METRO; Nurhabibah (19 bulan) warga Desa Barbaran, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Madina penderita gizi buruk yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akhirnya dibebaskan dari biaya perobatan dan perawatan setelah sebelumnya sempat terjadi komplain antara pihak RSUD dengan anggota DPRD Kabupaten Madina, Selasa, (2/3) kemarin.

Beberapa anggota DPRD dari komisi D yang melakukan sidak minggu lalu menemukan seorang balita yang menderita gizi buruk di Puskesmas Kecamatan Panyabungan Barat, Nurhabibah anak ketiga dari Fatimah warga yang langsung dibawa ke RSUD Madina di Panyabungan. Setelah dr Maharani Nurhabibah menetapkan positif menderita gizi buruk, di mana pada awalnya dari keterangan orangtua korban Nurhabibah menderita penyakit demam selama 2 bulan terakhir dan dirawat di Puskesmas beberapa hari, setelah itu melalui DPRD Kabupaten Madina dirawat di RSUD.

Pantauan METRO di RSUD Kabupaten Madina Selasa (2/3) kemarin, saat beberapa orang anggota DPRD yakni H Syamsul Anwar dari Fraksi PKS, Siti Aisyah Nasfa dari Fraksi PG, Iskandar Muda Hasibuan dari Fraksi Perjuangan Demokrasi, H Syamsul Anwar yang dikonfirmasi METRO mengatakan, kalau mereka sudah memberikan bantuan kepada Fatimah ibunda dari Nurhabibah sebanyak Rp500 ribu. Di mana uang tersebut untuk biaya makan mereka (Ibunda Habibah, red) selama berada di RSUD. Sedangkan untuk pembiayaan perobatan, sebut Syamsul, akan dibebankan kepada mereka bukan pada famili penderita gizi buruk tersebut.

Baca Juga :  Curhat Pedagang PKL Kota Sidimpuan: Kami Setuju Pindah, tapi Sediakan Tempat Murah

Tetapi, informasi yang diterima dewan, dana untuk biaya makan keluarga yang menjaga digunakan untuk biaya perobatan oleh pihak RSUD, padahal dewan sudah melaporkan pasien gizi buruk tersebut untuk tidak dipungut biaya pengobatan.

“Sudah terjadi miss komunikasi antara perawat dengan Direktur RSUD, karena kami sudah melaporkan bahwa biaya pengobatan adalah tanggungan saya pribadi,” sebut Syamsul.

Hal senada juga diamini Iskandar Hasibuan dari Fraksi Perjuangan Demokrasi. Dirinya mengatakan kalau penyakit gizi buruk tersebut seharusnya menjadi perhatian pemerintah.

“Bukan meresahkan masyarakat, kejadian ini kan sudah meresahkan orangtua korban, karena kami sudah menyampaikan kalau biaya perobatan akan kami tanggung,” katanya.

H Syamsul Anwar menambahi, kalau miss komunikasi ini sudah dikoordinasikan dengan pimpinan RSUD dan pihak RSUD sudah menanggapi dengan baik.

“Untuk biaya perobatan Nurhabibah sudah dibebaskan, mereka tetap akan melanjutkan perobatan tanpa dibebankan biaya lagi, dan ini sudah kami koordinasikan dengan pihak RSUD,” tambahnya.

Kunjungan Komisi D DPRD Madina diakhiri dengan pemberian bantuan uang sejumlah Rp500 ribu untuk Fatimah digunakan untuk biaya hidup selama di RSUD yang diserahkan oleh Hj Siti Aisyah Nafsah bersama H Syamsul Anwar Lubis.

Hj Siti Aisyah menyebutkan, mereka akan terus mengawasi pengobatan pasien penderita gizi buruk dan akan memberikan bantuan sepenuhnya mengingat keluarga Fatimah ini termasuk keluarga kurang mampu.

“Kami akan terus mengawasi perkembangan pasien ini karena keluarga pasien adalah termasuk warga miskin dan saya sangat terharu saat melihat kondisi ekonomi keluarga pasien ini dan saya akan memberikan bantuan untuk mereka,” sebutnya.

Baca Juga :  DPRD Nilai Pemkab Tapsel Tidak Berpihak kepada Warga

Sementara, kondisi Nurhabibah hingga saat ini sudah semakin membaik tetapi masih butuh beberapa waktu lagi untuk masa pengobatan. “Kami masih harus melakukan tes dan beberapa tahap pengobatan lagi untuk pasien supaya bisa pulang,” terang dr Maharani. (mag 02)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*