Penderita HIV/AIDS di Yogyakarta bergeser ke rumah tangga

[iklan size=’kiri’]Merdeka.com – Penderita HIV/AIDS di Kota Yogyakarta dalam kurun waktu lima tahun terakhir cenderung bergeser ke arah penderita heteroseksual yang berasal dari lingkungan rumah tangga. Hal ini karena para ibu rumah tangga menjadi kelompok yang rentan tertular penyakit berbahaya itu.

“Kecenderungan penderita HIV/AIDS selalu berubah dari waktu ke waktu, masyarakat tidak lagi berpandangan bahwa penyakit tersebut hanya bisa diderita oleh pekerja seks saja,” kata Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS Kota Yogyakarta Ghanis Kristia di Yogyakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat (16/5).

Menurut Ghanis, HIV/AIDS pertama kali memang ditemukan pada pada pekerja seks, namun sekitar 2000-an banyak penderita HIV/AIDS yang memiliki latar belakang sebagai pecandu narkoba suntik dan kini kecenderungannya bergeser ke arah rumah tangga.

“Ibu rumah tangga yang dulu bukan merupakan kelompok berisiko tinggi kini menjadi salah satu kelompok yang rentan tertular penyakit tersebut,” kata Ghanis, sembari menambahkan bahwa pergeseran kecenderungan penderita HIV/AIDS tersebut menunjukkan bahwa masyarakat justru semakin menyadari dan memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai penyakit tersebut dan bagaimana penularannya.

“Banyak masyarakat yang paham dan kemudian melakukan tes HIV/AIDS sehingga dari waktu ke waktu akan terlihat bagaimana kecenderungan yang sebenarnya,” katanya.

Di Kota Yogyakarta, layanan pemeriksaan HIV/AIDS atau tes CVT bisa dilakukan di berbagai puskesmas seperti Puskesmas Gedongtengen, Pusksemas Umbulharjo I, Puskesmas Tegalrejo, Puskesmas Mergangsan, dan Puskesmas Mantrijeron.

Baca Juga :  Kata Dokter, Begini Lho Cara yang Benar untuk Sembuhkan Cegukan

Selain itu, pemeriksaan juga bisa dilakukan di RS Panti Rapih, RS Bethesda, RS PKU Muhammadiyah, PKBI DIY dan BP4 Kota Yogyakarta. Berdasarkan data kumulatif dari KPA Kota Yogyakarta, jumlah penderita HIV/AIDS sejak 2004 hingga akhir 2013 tercatat sebanyak 677 orang yang terdiri dari 458 penderita HIV dan 219 penderita AIDS.

Dari total penderita tersebut, 64 persen berjenis kelamin laki-laki, 38 persen adalah penderita yang berusia 20-29 tahun dan 46 persen berasal dari faktor risiko heteroseksual. Pada Sabtu (17/5), KPA Kota Yogyakarta bekerja sama dengan CD Bethesda dan LSM peduli HIV akan menggelar Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) yang bertema “Lets Keep The Light on HIV”.

Wakil Ketua Panitia MRAN Arsita Mega Oktavianus mengatakan, tema tersebut menunjukkan bahwa masih ada harapan bagi penderita HIV/AIDS untuk memiliki masa depan yang baik. “Tujuannya bukan hanya untuk merenung, tetapi memberikan informasi tentang HIV/AIDS kepada masyarakat, meningkatkan kepedulian, pencegahan dan perawatan,” ujar Mega.

Berbagai kegiatan pendukung akan digelar dalam MRAN di antaranya, pojok informasi dan dialog tentang HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi, pentas seni dari komunitas, hingga penyalaan lilin dan doa bersama.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Andil Orang Tua Buat Anak Gemar Makan Sayur dan Buah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*