Pendidikan Madina disorot

Peningkatan dan pelayanan di bidang pendidikan sebagai urusan wajib pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menjadi sorotan utama Fraksi Perjuangan Reformasi DPRD Madina.

Mereka menilai pendidikan merupakan senjata paling dahsyat untuk melakukan perubahan.

“Sesuai dengan hasil temuan dilapangan serta laporan yang kami terima dari masyarakat, masih banyak ditemukan kutipan maupun biaya tambahan memberatkan siswa dan orangtua siswa,” tutur Iskandar Hasibuan, salah satu anggota Fraksi Perjuangan Reformasi, tadi malam.

Khusus dalam bidang pendidikan, dikatakannya, kami mendapat laporan dari masyarakat maupun hasil temuan kami di lapangan masih banyak pengutipan dan biaya tambahan yang memberatkan siswa dan orangtua siswa yang dilakukan oleh kepala sekolah.

Kata dia, hasil temuan dan laporan masyarakat ini juga sudah mereka sampaikan dalam pandangan umum Fraksi Perjuangan Reformasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban  (LKPJ) dan pertanggungjawaban  pelaksanaan APBD Madina TA 2009 yang disampaikan Bupati Amru Daulay, di hadapan sidang paripurna dewan pada Kamis (12/8) lalu.

Selain itu lanjut Iskandar,masih ada pengutipan kepada murid dan siswa penerima bantuan BOS (Biaya Operasional Sekolah) dan beasiswa yang dilakukan dinas pendidikan dan jajarannya.

“Kemudian masih banyak dijumpai siswa putus sekolah yang semestinya masih wajib belajar pada jenjang tingkat SD dan SLTP,” ucapnya.

Dijelaskan, sesuai dengan fakta-fakta yang mereka temukan di lapangan, juga ditemukan masih banyaknya tenaga pendidik yang kurang kompeten dibidangnya. Serta yang tidak kalah pentingnya adanya pengutipan biaya uang sebesar Rp 7 juta hingga Rp 10 juta untuk masuk honor TKS (Tenaga Kerja Sukarela) yang dilakukan Dinas Pendidikan Madina.

Baca Juga :  MK Sahkan Pencabutan Gugatan ADAB (Andar Amin Harahap SSTP MSi- Dr H Badjora M Siregar)

Hasil temuan lainnya kata anggota F-PR DPRD Madina itu, adanya biaya pengutipan secara paksa bagi siswa yang mengambil SKHU (Surat Keterangan Hasil Ujian) dan sekolah-sekolah seperti di Kecaman Siabu serta pembangunan sarana olahraga masih banyak yang terbengkalai dan penggunaan fasilitas olahraga hanya untuk kalangan tertentu.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=136648:pendidikan-madina-disorot&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*