Penduduk Tapsel 50.863 Tak Tamat SD, 38 Orang Lulusan S3

Berdasarkan data base Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kabupaten Tapanuli Selatan per September 2010, jumlah penduduk Tapsel yang tidak tamat SD-sederajat sebanyak 50.863 orang atau 18,08 persen dari total penduduk sebanyak 281.246 jiwa. Sementara yang berhasil lulus S3 sebanyak 38 orang.

Data yang diperoleh METRO dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tapsel, jumlah penduduk Tapsel yang belum sekolah sebanyak 51.326 orang atau 18,25 persen, tamat SD-sederajat sebanyak 74.287 jiwa atau 26,41 persen, tamat SMP-sederajat 49.124 orang atau 17,47 persen, tamat SMA-sederajat 47.923 orang atau 17,04 persen.

Kemudian tamat DII sebanyak 2.101 orang atau 0,75 persen, tamat DIII sebanyak 2.080 jiwa atau 0,74 persen, lulusan S1 berjumlah 3.374 orang atau 1,19 persen, lulusan S2 berjumlah 130 orang atau 0,05 persen, dan lulusan S3 sebanyak 38 orang atau 0,01 persen. Sedangkan profesor tidak ada.

Angka penduduk yang tidak tamat SD terbanyak di Kecamatan Angkola Selatan sebanyak 6.216 orang (total penduduk 27.540 jiwa), dan terendah di Kecamatan Aek Bilah sebanyak 1.037 orang (penduduk 7.230 orang). Sedangkan warga yang berpendidikan S3 terbanyak di Kecamatan Batang Toru dan Sipirok masing-masing sebanyak 7 orang, dan terendah di Kecamatan Arse, nol jiwa.

Untuk urutan kedua warga yang tidak sampai tamat SD yaitu Kecamatan Angkola Sangkunur 5.867 orang (penduduk 19.648 jiwa), lalu Batang Angkola berjumlah 5.428 (penduduk 35.419 jiwa), Batang Toru berjumlah 5.405 (penduduk 30.217 jiwa), seterusnya Kecamatan Sipirok sebanyak 4.624 orang (penduduk 31.850 jiwa).

Baca Juga :  Jalan Desa Gunungtua Tonga Kembali Rusak

Di urutan keenam, Kecamatan Angkola Barat sebanyak 4.611 jiwa (penduduk 26.417 jiwa), Sayur Matinggi berjumlah 4.427 orang (total penduduk 24.455 jiwa). Lalu, Angkola Timur berjumlah 3.222 orang (penduduk 19.066 jiwa), Tanotombangan Angkola berjumlah 2.793 orang (penduduk 15.618 jiwa).

Kemudian Kecamatan Muara Batang Toru sebanyak 2.190 orang (penduduk 12.176 jiwa), Saipar Dolok Hole (SDH) sebanyak 1.910 orang (total penduduk 13.086 jiwa), Marancar sebanyak 1.879 orang (penduduk 10.021 jiwa), Arse berjumlah 1.254 orang (penduduk 8.503 jiwa), dan terakhir Kecamatan Aek Bilah berjumlah 1.037 jiwa (penduduk 7.230 jiwa).

“Jumlah penduduk yang tidak lulus SD-sederajat tersebut merupakan penduduk semua umur dari umur wajib masuk SD-sederajat sampai di atasnya,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tapsel, H Hotma Dalid Harahap SSos MAP, Minggu (10/10).

Sedangkan lulusan S3 per kecamatan di Tapsel, terbanyak di Kecamatan Batang Toru dan Sipirok masing-masing 7 orang, Angkola Sangkunur 6 orang, Batang Angkola 5 orang, Tanotombangan 3 orang, Muara Batanng Toru dan Sayur Matinggi masing-masing 2 orang, Angkola Barat, Angkola Timur, SDH, Angkola Selatan, Marancar dan Aek Bilah masing-masing 1 orang. Sedangkan Kecamatan Arse tidak ada.

“Jumlah lulusan S3 yang 38 orang itu merupakan orang yang tinggal di Tapsel, meskipun warga Tapsel banyak lulusan S3, tapi tidak tinggal atau berdomisili di Tapsel. Sementara untuk profesor tidak ada yang tinggal di Tapsel, meski banyak warga Tapsel yang sudah profesor tapi tidak berdomisili di Tapsel,” ungkapnya mengkahiri. (neo)

Baca Juga :  Urus Nasib Bupati Palas, Mendagri tak Terpengaruh PK

Sumber:

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*