Pendukung WikiLeaks Perkuat ‘Sistem Persenjataan’

Pendukung WikiLeaks yang pekan lalu menyerang situs-situs MasterCard dan Visa, mengatakan mereka tengah memperkuat ‘sistem persenjataan’ yang ada. Sistem persenjataan yang dimaksud adalah software untuk melancarkan serangan.

Beberapa tahun belakangan ini nama Wikileaks makin santer terdengar di dunia. (google.foto)

Beberapa programmer mencoba mempostingnya melalui sebuah situs seperti Low Orbit Ion Cannon or LOIC dan Geeknet’s SourceForge.net. Pengguna dapat men-download perangkat lunak gratis dan juga memposting saran untuk pengembang tentang cara memperbaiki dan meningkatkan performa software tersebut.

“Saya membuat software ini untuk senjata yang lebih baik untuk serangan di waktu yang akan datang,” kata seorang pengembang dengan nama ChipForkAnon, seperti dilansir Reuters, Kamis (16/12/2010).

Programer yang bergabung sebagai pendukung WikiLeaks percaya bahwa rasa ketidakadilan menyambangi WikiLeaks yang telah mempublikasikan ribuan kawat rahasia diplomatik. Sebelumnya perusahaan kartu kredit seperti Visa dan MasterCard telah berhenti mengelola sumbangan untuk situs nirlaba ini, sedangkan Amazon.com menendang WikiLeaks dari servernya.

Program serangan ini mudah digunakan, pengguna hanya perlu memasukkan alamat web dari situs mereka yang menyerang dengan sistem distribution denial-of-service (DDOS). Serangan tersebut dapat mematikan situs dengan menghadirkan lalu lintas web yang luar biasa besarnya.

Hingga saat 88.000 salinan program itu di-download dari SourceForge.net pekan ini.

Perangkat lunak Loic bukan hanya senjata. Hal ini juga dapat digunakan oleh para ahli keamanan untuk mensimulasikan serangan terhadap website yang mereka ingin lindungi.

Baca Juga :  SBY pun Ber-iPad Ria

Eksekutif di SourceForge mengatakan mereka akan tetap menjadi host untuk perangkat lunak, terlepas dari seberapa sering digunakan dalam serangan denial-of-service.

Satu modifikasi penting yang sedang dipertimbangkan adalah menambahkan fitur untuk menyembunyikan identitas para penyerang. Versi saat ini memungkinkan situs diserang dengan informasi login lokasi penyerang. Hal ini akan membantu mempermudah penegak hukum melacak mereka. Programmer diam-diam bekerja untuk meningkatkan perangkat lunak yang akan bekerja lebih efisien dalam serangan di masa depan.

“Saya mendukung hal ini dengan sepenuh hati,” ujar seorang programer dengan nickname Uria. (okezone.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*