Penegakan Hukum Sumut Dikaburkan

MEDAN – Dimutasinya Sution Usman Adji dari jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Utara (Sumut) ke posisi Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan (Sesdandiklat) Kejaksaan Agung (Kejagung), menuai reaksi praktisi hukum Medan.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Nuriono, menduga mutasi yang dialamatkan kepada Sution sebagai upaya mengaburkan penegakan hukum terhadap kasus korupsi di Sumut. Alasannya, masa kerja Sution Usman di Sumut relatif sebentar, yakni hanya 13 bulan. “Padahal, kinerja Kejati Sumut setahun terakhir sangat tinggi dalam penanganan kasus-kasus korupsi. Tapi, baru sebentar (Sution) sudah diganti,” ujarnya, malam ini, kepada Waspada Online.

Menurut dia, beberapa kasus yang ditangani Kejati Sumut di bawah kepemimpinan Sution, cukup besar dan sensitif karena melibatkan sejumlah pejabat pemerintah dan kepala daerah. “Apakah perpindahan ini terkait hal-hal demikian, masih perlu dibuktikan oleh Kajati Sumut yang baru nantinya. Kalau benar adanya, sangat disayangkan,” tukasnya.

Di tangan Sution, dugaan korupsi Tunjangan Pegawai Aparatur Pemerintah Daerah (TPAPD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tahun anggaran 2005, dan penggunaan anggaran Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Tapsel 2005 senilai Rp13,8 miliar diungkap.

Kedua kasus ini melibatkan Walikota Medan, Rahudman Harahap yang kala itu menjabat Sekretaris Daerah (Sekdakab) Tapsel. Bahkan, untuk kasus TPAPD Rahudman telah berstatus tersangka.

Kasus lain yang ditangani adalah dugaan korupsi APBD Langkat 2000-2007 dengan tersangka mantan Bendahara Kas Pemkab Langkat Buyung Ritonga. Kasus ini juga ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun tersangkanya mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin. Sebagaimana diketahui, posisi Kajati Sumut nantinya akan ditempati AK Basuni Masyarif, yang sebelumnya menjabat Direktur Ekonomi dan Keuangan pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kepala Dinas Tapanuli Utara dan 2 Kepala Sekolah Ditangkap KPK

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*