Penelitian – Remaja yang Aktif Gunakan Facebook Menjadi Pecandu

LONDON – Para peneliti baru-baru ini mengungkapkan bahwa remaja yang kerap menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook, lebih mungkin untuk menjadi pecandu minuman beralkohol dan narkotika.

Para ilmuwan di National Center on Addiction and Substance Abuse (Casa) dari Columbia University, mensurvei lebih dari 1.000 anak dengan rentang usia 12 hingga 17 tahun melaui jajak pendapat online dan telepon.

Dari hasil survei tersebut para ilmuwan menemukan remaja yang menghabiskan hampir setiap hari mengunjungi jejaring sosial memiliki kemungkinan tiga kali  lebih tinggi untuk meminum alkohol dan dua kali lebih tinggi menghisap ganja dibanding remaja yang jarang membuka jejaring sosial. Demikian seperti dikutip Daily Mail, Sabtu (27/8/2011).

Menurut hasil survei nasional, sebanyak 40 persen dari semua remaja ternyata banyak yang telah melihat gambar-gambar dari teman mereka yang sedang mabuk di situs Facebook dan MySpace. Setelah melihat gambar tersebut remaja pada kelompok ini memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mendapatkan alkohol dan narkotika dalam kurun waktu kurang dari satu hari.

“Hubungan gambar anak-anak mabuk, pingsan dan menggunakan narkotika pada jejaring sosial sepeti Facebook, ternyata dapat meningkatkan risiko penggunaan narkotika dikalangan remaja,” ungkap Yusuf Califano, Jr, pendiri CASA Columbia.

Califano menegaskan bahwa kini sudah tiba waktunya di mana Facebook sebagai salah satu jejaring sosial terbesar di dunia, menggunakan keahlian teknologi mereka untuk membatasi gambar-gambar yang menyesatkan tersebut dan memblokir situs mereka jika kedapatan dengan sengaja menyebarluaskan foto dari teman yang mabuk atau menggunakan narkotika. (tyo)

Baca Juga :  Apple Jelaskan Kenapa Tak Ada Jack Headphone di Iphone 7

okezone.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*