Penemu Alat Semprot di Piala Dunia Bakal Kaya Raya

Oscar Jo (kiri) bersiap melakukan tendangan bebas pada laga perebutan juara ke tiga piala dunia Brazil, 13 Juli 2014. REUTERS/Jorge Silva

Rio de Janeiro – Bukan hanya Jerman yang sukses dengan keluar sebagai juara pada Piala Dunia 2014, tapi juga Heine Allemagne, seroang pria Brasil yang menemukan alat penyemprot yang digunakan para wasit di event akbar tersebut.

Pria berusia 43 tahun hampir pasti kaya mendadak berkat ciptaannya tersebut setelah bertahun-tahun terpuruk dalam kemiskinan dan kebangkrutan.

Alat penyemprot yang menghasilkan busa yang bisa menghilang dalam waktu 60 detik tersebut digunakan untuk menandai batas bola dan pagar betis saat terjadi tendangan bebas. Dan, hasilnya sangat memuaskan.

Pejabat Liga Primer Inggris kini mempertimbangkan untuk menggunakan alat tersebut yang sebelumnya telah dipakai di liga-liga domestik di Brasil dan Argentina.

“Saya telah menghabiskan waktu 14 tahun untuk mewujudkan ide ini,” kata Heine. “Setelah wasit menggunakannya untuk kali pertama di Piala Dunia, saya mulai mendapatkan SMS dari keluarga dan teman-teman.

“Itu kali pertama saya merasa emosional, mata saya berkaca-kaca. Saya berpikir, ‘saya tidak gila. Semua ini memang sepadan.’”

Allemagne tumbuh sebagai satu dari lima anak yang tinggal di sebuah rumah yang terdiri dari tiga kamar di Ituiutaba, sebuah kota kecil di antara Sao Paulo dan Brasilia.

Baca Juga :  Kehadiran PT SMM Belum Sejahterakan Masyarakat

“Kami semua tidur bersama di dalam satu kamar sempit. Saya tak pernah memiliki mainan dan kami hanya punya beberapa lembar pakaian. Kedua orang tua saya sudah menyuruh saya bekerja pada usia delapan tahun,” katanya.

Tapi, kini Allemagne mengakui bahwa ia bakal meraup keuntungan besar jika hasil penemuannya tersebut digunakan di seluruh dunia.

“Saya harap berapa pun uang yang saya dapatkan akan sebanding dengan kesulitan yang telah saya alami selama 14 tahun. Saya telah membayar mahal untuk semua ini. Saya memilih untuk tak melihat anak-anak saya tumbuh agar bisa fokus pada pekerjaan ini,” ujarnya./TEMPO.CO

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*