Penerbangan Buka Keterisoliran Kepulauan Nias

(Analisa/Amirul Khair) POTONG PITA: GM Garuda Indonesia Pinangsori Kris Bimantoro (lima kanan) bersama Bupati Nias Sakhiatulo Laoly (empat kanan) dan Walikota Gunungsitoli Martinus Lase (enam kanan), melakukan pemotongan pita tanda diresmikannya penerbangan rute Binaka-Kualanamu, Senin (15/12).

Gunungsitoli, Maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, membuka rute penerbangan bandar udara (Bandara) Binaka, Gunungsitoli ke bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, yang diresmikan penerbangan perdananya oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Tengku Erry Nuradi, Senin (15/12), disambut baik pemerintahan dan masyarakat di Kepulauan Nias.

Bupati Nias Sakhiatulo Laoly dalam peresmian penerbangan perdana di bandara Binaka, Gunungsitoli menegaskan, dibukanya rute penerbangan itu akan membebaskan Kepulauan Nias terdiri dari Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara dan Nias Barat, dari keterisoliran dari segala aspek khususnya penerbangan.

Menurutnya, keinginan untuk memacu laju pembangunan di Kepulauan Nias menjadi daerah maju, dan berkembang harus dibuka dari berbagai bentuk keterisoliran, termasuk penerbangan yang selama ini masih didominasi satu maspakai saja sehingga tidak kompeitif dengan volume keberangkatan dan kedatangan masing-masing 5 kali dalam sehari.

“Kami sudah pernah sampaikan kepada Wapres pada event sidang raya, kalau daerah ini mau maju, harus dibuka dari keterisolairan dari berbagai hal, termasuk penerbangan,” jelas Bupati Nias.

Pihaknya menyambut baik dan positif serta memberikan apresiasi kepada maskapai Garuda Indonesia yang sudah membuka rute penerbangan Binaka-Kualanamu, dan sebaliknya 2 kali setiap hari. Harapan dan impian adanya penerbangan tambahan ini sudah dinanti dan diimpikan, karena akan sangat positif bagi masyarakat dan kemajuan daerah di Kepulauan Nias.

Baca Juga :  Musisi Austria Hermann Delago Akan Tampil di Samosir

Sebagai bentuk komitmen terhadap sektor penerbangan terang Bupati Nias, pihaknya sudah melakukan penandatanganan dengan Dirjen Perhubungan terkait pengelolaan bandara Binaka, yang bakal dikembangkan Kementerian Perhubungan dengan total anggaran tahap I senilai Rp69 miliar.

Anggaran tersebut sudah dianggarkan di Kementerian Perhubungan untuk dikelola dilanjutkan tahap II 2016 mendatang, yang direncanakan bisa didarati pesawat berbadan lebar dengan total kebutuhan dana sekira Rp200 miliar,

Masyarakat Kepualauan Nias berharap, pengembangan bandara Binaka ke depan bisa menjadi kebanggaan bagi Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara, bahkan nasional dengan terbukanya keterisoliran kepulauan itu dari lajur penerbangan.

“Kami mengharapkan, ke depan bandara Binaka tidak saja didarati dari Medan (Kualanamu), ke depan bisa juga didarati dari Jakarta langsung dan daerah lain. Kalau bandaranya sudah dilebarkan dan diperpanjang, tidak mustahil dari Malaysia dan Singapura bisa langsung ke Nias” tandasnya.

Jasa Penerbangan

Bupati Nias juga mengharapkan, pihak Garuda Indonesia bisa terus melayani penerbangan Binaka-Kualanamu secara berkelanjutan, tanpa limit waktu tertentu mengingat warga di Kepulauan Nias sangat membutuhkan jasa penerbangan baik dari sisi ekonomi maupun tugas pemerintahan.

Dukungan senada juga senada juga dilontarkan Walikota Gunungsitoli Martinus Lase yang menilai, penerbangan rute baru Garuda Indonesia Binaka-Kualanamu dan sebaliknya, bakal berdampak positif terhadap laju pembangunan khususnya daerah yang dipimpinnya dan Kepulauan Nias secara umum.

“Pemerintah Gunungsitoli menyambut baik dibukanya rute penerbangan Nias ke Medan ini. Pemerintah juga siap mendukung dan memfasilitasi Garuda demi kelancaran penerbangan ke depannya” tandasnya.

Baca Juga :  Mencari Bukti Korupsi Mantan Sekda Tapanuli Selatan - Hanya Tiga Berkas Ditemukan

Dalam penerbangan perdana rute Kualanamu-Binaka, Garuda Indonesia memperkenalkan pesawat ATR 72-600 kapasitas 70 kursi, dengan masa tempuh sekira 50 menit. Penerbangan perdana itu turut diikuti langsung Kepala Otoritas Bandara Wilayah II Bandara Internasional Kualanamu Pramintohadi Sukarno, GM Garuda Indonesia Banda Aceh Nano Setiawan, dan Senior Manager Service Quality Management Refki Riyantori.

Peresmian penerbangan perdana di Bandara Binaka ditandai pemotongan pita secara bersama GM Garuda Indonesia Pinangsori Kris Bimantoro, Walikota Gunungsitoli Martinus Lase, Bupati Nias Sakhiatulo Laoly, disaksikan Bupati Nias Selatan Idealisman Daci, Bupati Nias Barat Adrianus Aroziduhu Gulo, Kepala Otban Wilayah II bandar Kualanamu Pramintohadi Sukarno, Kajari Gunungsitoli P Bakkara, Kasdim 0213/Nias Mayor Inf T Barus dan Wakapolres Gunungsitoli Kompol F Zendrato. (ak/kap)

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*