Penerimaan CPNS di Paluta Didominasi Pelamar dari Luar

Memasuki hari kedua dibukanya pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) Padang Lawas Utara (Paluta), pelamar masih terlihat sepi dan lengang, Selasa (23/11). Pelamar dari tenaga teknis mendominasi dalam penyerahan berkas lamaran di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Paluta, Jalan Raya Gunung Tua-Padangsidimpuan. Pendaftar juga mayoritas berasal dari luar daerah Paluta.

Para pendaftar tersebut kebanyakan dari Kabupaten Mandaling Natal (Madina), Labuhan Batu, Asahan, Tebing Tinggi, Tapanuli Selatan (Tapsel), Padangsidimpuan (Psp), dan Pekanbaru Provinsi Riau.

Informasi dihimpun METRO dari pihak Sub Panitia CPNS, hingga Selasa (23/11) sore sekira pukul 17.00 WIB, jumlah pelamar yang sudah menyerahkan berkas lamaran yakni, tenaga guru dari berbagai formasi pendidikan berjumlah 74 orang, tenaga teknis 99 orang, dan tenaga kesehatan 85 orang.

Sementara jumlah pelamar sejak hari pertama pembukaan pendaftaran, Senin (22/11) hingga hari kedua Selasa (23/11), yakni jumlah tenaga guru dari berbagai formasi pendidikan 102 orang, tenaga teknis berjumlah 220, dan tenaga kesehatan 152 orang

Kepala BKD Paluta, H Drs Mora Harahap melalui Ketua Sub Tim Panitia CPNS Paluta Lairar Rusdi Nasution SSTP ketika dikonfirmasi METRO, Selasa (23/11) sore, membenarkan jumlah pelamar teknis mendominasi pada penerimaan CPNS di hari kedua.

“Sejak hari pertama dan kedua dibukanya pendaftaran CPNS, sampai sore ini ada sekitar 450 lebih berkas lamaran yang sudah diterima panitia. Pelamar dari tenaga teknis mendominasi sekitar 220 orang,” ucapnya.

Pantauan METRO, hari kedua dibukanya pendaftaraan CPNS di Paluta, para pelamar tidak begitu ramai dan masih sunyi dan sepi, baik sejak pagi hingga sore. Tampak pelamar didominasi warga luar Paluta yang memadati loket yang telah disediakan panitia di Kantor BKD untuk menyerahkan berkas lamaran.

Baca Juga :  Warga Sipirok Kembali Razia Manipulasi Kayu PT. TPL : Dokumen Lama Dipakai Lindungi Kayu Tebangan Baru

Di lokasi pendaftaran juga tetap dijaga ketat personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Linmas Paluta. Terlihat juga di areal pendaftaran beberapa penjual alas tulis dan kantor (ATK) yang dibutuhkan pendaftar CPNS.

Salah seorang pendaftar CPNS, Indah, yang mengaku berasal dari Riau, mengaku mendaftar di Kabupaten Paluta karena di daerahnya tidak ada formasi untuk SMK.

“Saya sengaja mendaftar di Paluta ini karena di Paluta ada formasi untuk pendidikan saya. Pengumuman ini baru saya terima dari uda yang tinggal di Gunung Tua,” ucapnya.

Demikian halnya dengan Nurhaida yang berasal dari Kabupaten Mandailing Natal. Menurutnya, keikutsertaannya melamar di Kabupaten Paluta juga terkait dengan formasi jurusan SMK yang dimilikinya.

Untuk diketahui, tahun ini Pemkab Paluta membutuhkan 313 CPNS. Rinciannya, untuk tenaga pendidik 135 orang, tenaga kesehatan 84, serta tenaga teknis 94 orang. Sedangkan penutupan pendaftaran tanggal 4 Desember mendatang.

Pelamar Kecewa

Pelamar CPNS Kabupaten Padang Lawas (Palas) merasa kecewa dengan tulisan di kertas yang dipajang di sebelah kiri pintu masuk Kantor Dinas Pendudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Palas, kemarin. Tulisan itu berisikan, “Legesan di Depan, Dilarang Berdiri di Sini, Bagi yang Berdiri di Sini Gak Punya Otak.”

Pantauan METRO, tulisan di atas kertas di salah satu jendela ruangan di dinas tersebut sempat membuat heboh para pelamar yang mengurus fotokopi KTP yang dilegalisir oleh Disdukcapil sebagai persyaratan mendaftar CPNS Palas. Banyak pelamar tidak mengetahui tulisan itu, tiba-tiba para pelamar yang ada di samping mereka menertawakannya.

“Masa aku dibilang nggak punyak otak, mungkin yang nulis kali ya,” ujar Yus, pelamar asal Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau tersipu malu.

Baca Juga :  Biaya Pansus Pasar Sangkumpal Bonang Rp200 Juta

Pelamar lain, M Siregar asal Palas juga kecewa dengan tulisan tersebut. “Masa dibiarkan begitu tulisan itu ada. Apa tidak ada lagi bahasa yang lebih sopan dari situ rupanya,” ucapnya dengan nada kesal yang awalnya berdiri di bawah tulisan itu.

Pegawai Disdukcapil Palas yang tak mau disebut namanya mengatakan bahwa tulisan itu adalah mereka yang membuat atas kesepakatan bersama.

Hingga pukul 14.00 WIB, tulisan tersebut masih tetap dipajang. Pelamar pun, banyak yang tidak nyaman dengan tulian itu. Ada pula pelamar yang tidak mempedulikannya.

“Bagaimana kita tidak berdiri di sini, orang kita antre mulai dari pagi,” ucap M Hasibuan.

Setiap Hari 100 Pelamar

Kabid Kependudukan Disdukcapil Palas Darwin Lubis menuturkan, dalam tiga hari terakhir ini ada sekitar 100 pelamar di Palas yang mengurus fotokopi KTP yang dilegalisir, sedangkan sebelumnya tidak ada.

“Kalau diratakan ada sekitar 100 orang, itu hanya yang bisa dilayani hingga jam kerja selesai. Tapi kalau yang mengurus mencapai ratusan lagi yang antre,” pungkasnya. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*