Penerimaan CPNS Tapsel Tanpa Sogok?

PADANGSIDIMPUAN – Tingginya peminat calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menjadikan isu sogok-menyogok semakin berkembang di tengah masyarakat.

Isu yang berkembang saat ini, untuk memuluskan langkah agar diterima menjadi CPNS harus mengeluarkan uang yang nilainya bervariasi. Untuk jenjang D-III dikabarkan harus menyogok Rp100 juta dan untuk jenjang sarjana Rp120 juta.

Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu, mengatakan adanya dugaan sogok agar diterima menjadi CPNS, merupakan hal yang sangat tabu, itu dan jangan lekas dipercayai sepenuhnya.

‘’Bila ada yang mengakui mampu meluluskan CPNS pada saat ujian, hal demikian tidak usah dipercayai, sebab panitia ujian CPNS di USU Medan, tidak main-main akan hal ini. Ujian itu ketat tanpa sogok-menyogok,’’ tandas Syahrul, tadi malam.

Menurut Syahrul, untuk pelamar CPNS harus percaya akan kemampuan diri sndiri, jangan hanya mengandalkan selembar kertas ijazah, bukan kertasnya yang dilihat, namun perjuangan semasa kuliah itulah perlu dipandang. (waspada.com.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*