Penertiban Pedagang Kaki Lima Kota Padangsidimpuan

Pedagang PKL Kota Sidimpuan
Para Pedagang di seputaran Jalan Thamrin, Psp, saat mengutarakan isi hati dan mengharapkan kebijakan yang baik bagi kelangsungan hidup mereka, Rabu (27/8).

Para pedagang sedang menjajakan dagangannya di seputaran Jalan Thamrin, Psp, Rabu (3/9). (Oryza)

SIDIMPUAN – Pemerintah Kota Padangsidimpuan sudah memutuskan melakukan penertiban terhadap para pedagang kaki lima di seputaran Jalan Patrice Lumumba 1 dan 2, Jalan Thamrin dan Jalan Mangga. Pedagang yang telah mengetahui hal itu, hanya bersikap pasrah. Sebab, mereka tak tahu harus berbuat apa.

“Ya sudahlah kalau memang seperti itu, saya hanya bisa pasrah, paling tidak berjualan lagi, atau cari usaha yang lain saja,” ujar Taing (50), yang sudah puluhan tahun berjualan sayur-mayur di seputaran Jalan Mangga, saat ditemui Metro Tabagsel, Rabu (3/9). Perempuan yang berjualan menggunakan lapak seadanya ini tak ingin melawan. Ia hanya seorang pedagang kecil yang berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. “

Lagian jualan saya cuman sayur, itupun seberapalah, istilahnya keuntungan yang didapat hari ini, juga habis hari ini. Tapi begitupun, saya dan kawan-kawan yang lain sangat berharap pemerintah bisa memperhatikan kehidupan kami ini,” harapnya sedih.

Begitu juga dengan Mamak Azril (28), pedagang lauk pauk yang biasa menjajakan dagangannya di seputaran Jalan Thamrin ini juga bersikap sama. Ia juga tidak tahu mau berbuat apalagi. Jika pemerintah tetap bersikeras menertibkan dan tidak memperbolehkan mereka berjualan lagi, ia berencana akan mencari cara yang lain.

Baca Juga :  HM Hidayat Batubara: Membangun Madina Harus Kerjasama Semua Elemen

“Enggak mungkinlah saya tidak jualan, mau makan apa nanti anak-anak saya, apalagi hanya ini usaha yang bisa saya lakukan, walaupun tidak seberapa, tapi bisa buat bantu-bantu biaya sekolah anak dan lainnya,” ujar wanita yang bersuamikan penarik becak ini. “Biarlah, kalaupun tidak dibolehkan lagi, saya akan tetap berjualan, meskipun harus kucing-kucingan dengan petugas nantinya. Soalnya ini masalah perut, lagian yang saya lakukan adalah pekerjaan yang halal,” ucapnya pasrah.

Sementara itu, Hendrawan Hasibuan, salah seorang aktivis Jaringan Advokasi Masyarakat Marjinal (JAMM) Kota Psp mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk membela hak-hak para pedagang, meskipun rencana pemerintah tersebut sudah bulat dan akan melakukan penertiban langsung.

“Kita masih tetap berharap kepada pemerintah Kota Psp untuk melakukan penghentian atas penertiban yang direncanakan itu, sebelum ada kajian sosiologis terhadap mereka (pedagang,red),” ujarnya.

Ia juga memihak penuh kepada para pedagang, yang menurutnya juga butuh penghidupan dan pekerjaan. Sebab, belum tentu pemerintah dapat memberikan pekerjaan yang layak untuk kehidupan mereka.

“Sampai saat ini pemerintah saja belum mampu memberikan pekerjaan yang layak untuk kehidupan warga, lalu kenapa ambisius melakukan penertiban. Saya harap, hal ini jangan sampai menimbulkan konflik yang merugikan rakyat,” tegasnya. (yza)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Reskrim Polsek Padang Bolak Tangkap Pencuri Hewan Ternak

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*