Penertiban PKL Nyaris Ricuh

Paluta, Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Pusat Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak yang dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Jumat (31/10) diwarnai adu mulut dan nyaris ricuh karena beberapa pedagang memprotes penertiban itu.

Meski sempat diwarnai protes, namun tak ada perlawanan berarti dari pedagang yang kemudian merelakan lapaknya dipindahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja Paluta.

Kepala Satpol PP Paluta Ali Ja’far mengatakan, penertiban yang dilakukan terhadap para pedagang kaki lima di sekitar pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak hanyalah sekedar menertibkan lapak dagangan yang sudah memasuki badan dan bahu jalan sehingga mengganggu terhadap pengguna jalan.

Menurutnya penertiban ini juga dilakukan untuk mendukung program Pemkab Paluta melalui Dinas Damkar Pertamanan dan Kebersihan yang saat ini sedang mengerjakan pembersihan drainase pasar dan pembersihan lingkungan seputar pasar.

“Kita hanya menertibkan para pedagang yang lapaknya sudah memasuki bahu dan badan jalan, kita menggeser lapaknya ke luar badan jalan dan bagi yang mendirikan kios di bahu jalan terpaksa kita bongkar,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (31/10).

Ia menambahkan khusus bagi pedagang yang berjualan di bahu jalan protokol, terpaksa digusur karena tidak mungkin digeser ke luar badan jalan sebab banyak yang berjualan di depan kios yang ada di luar bahu jalan sehingga tidak bisa lagi digeser ke luar bahu jalan.

Baca Juga :  Modal Pembangunan Tahun 2011 Tapsel Butuh Rp. 520 M

Selain itu, sebelum penertiban pihaknya juga sudah memberitahukan tentang penertiban ini, namun masih banyak pedagang yang tidak menghiraukannya sehingga terpaksa digusur secara paksa dan kedepannya para pedagang yang berjualan di bahu jalan protokol dan sebagian besar adalah pedagang buah sudah tidak diperbolehkan lagi berjualan di tempat tersebut.

Nirmala Siregar (40) salah seorang pedagang kaki lima yang digusur karena berjualan buah di bahu jalan protokol mengatakan, rela digusur dari tempatnya berjualan asalkan mereka diberikan lokasi perpindahan untuk berjualan.

Selain itu, para pedagang lainnya sudah sepakat untuk mau dipindahkan ke tempat yang lain, dengan catatan tidak ada lagi pedagang yang berjualan di bahu jalan. (ong)

/ (Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*