Pengadaan 300 PLTS Direncanakan di Tiga Kabupaten

MedanBisnis – Medan. Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Pempropsu) melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) merencanakan pengadaan 300 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di tahun ini. Sebanyak 300 PLTS tersebut akan dialokasikan di tiga kabupaten di Sumut, yakni Padanglawas Utara (Paluta), Mandailing Natal (Madina) dan Tapanuli Utara (Taput).

“Pengadaan PLTS ini terus menjadi program prioritas Pempropsu untuk menaikkan tingkat electricity di Sumut. Pengadaannya dilakukan secara bertahap setiap tahun untuk daerah-daerah yang masih minim dialiri listrik,” kata Kepala Distamben Sumut Untungta Kaban, di Medan, akhir pekan lalu.

Dikatakannya, pengadaan yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012 tersebut saat ini dalam persiapan untuk tender. Sehingga, dalam waktu dekat sudah bisa terealisasi dan dapat dinikmati masyarakat, khususnya di daerah yang masih membutuhkan pasokan listrik.

“Ini merupakan pengembangan sumber daya listrik alternatif. Tujuannya, tentu memberikan tambahan daya listrik untuk daerah-daearah yang masih membutuhkan. Sehingga, roda perekonomian masyarakat sekitar bisa bertumbuh dan meningkatkan kesejahteraan,” lanjutnya, seraya menyebutkan listrik menjadi salah satu energi yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam beraktivitas.

Selain pengembangan PLTS, Untungta yang didampingi Plt Kabid Listrik dan Pertambangan Energi Gembira Sebayang, Kasi Ketenagalistrikan Asril dan Kasi Perizinan Ketenagalistrikan Karlo Purba menambahkan, tahun ini pihaknya juga akan mengembangkan sumber listrik biogas. Yakni, dengan memanfaatkan kotoran sapi untuk diolah menjadi sumber listrik.

Baca Juga :  Petani Minta Irigasi Batang Ilung Diperbaiki

“Untuk tahap percontohan, akan diterapkan di Langkat, mengingat potensi bahan baku kotoran ternak di sana sangat banyak. Listrik ini nanti akan berfungsi seperti genset yang mampu menghasilkan daya sekitar 500 watt dan bisa digunakan rumah tangga untuk penerangan dan memasak,” jelasnya.

Potensi listrik alternatif lainnya, kata Untungta, dengan menggalakkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) yang pada tahun ini akan dilakukan studi kelayakan di beberapa daerah. Dan, direncanakan dilakukan di Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Pakpak Bharat. “Jika potensi itu bisa dikembangkan dan memiliki nilai ekonomis, diharapkan bisa direalisasikan pada tahun depan,” tambahnya. (herman saleh)

Sumber: www.medanbisnisdaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*