Pengadilan Perintahkan Penangkapan Pendiri WikiLeaks

Hukum makin mendekati pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Pihak otoritas Swedia menang di pengadilan tinggi, Kamis (2/12/2010) waktu setempat, dalam upaya mereka menangkap Assange yang dituduh melakukan pemerkosaan.

RAHASIA - Kalimat dalam dokumen diplomatik yang dirilis WikiLeaks dan menunjukkan Amerika Serikat memiliki senjata nuklir di Eropa, tepatnya di Jerman, Belanda dan Belgia.

Seperti dilansir AP, Jumat (3/12/2010), pihak intelijen Inggris mengaku tahu keberadaan Assange dan sejumlah politisi dan orang-orang penting di AS meminta agar pria berusia 39 tahun ini dikejar.

Assange yang juga mantan hacker ini mempermalukan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah pemimpin negara lainnya terkait dengan dirilisnya sejumlah kabel super sensitif dan sangat rahasia dirilis secara bebas dan diakses oleh siapa saja.

Assange tak terjangkau hukum setelah Pengadilan Tinggi Swedia menunda perintah penangkapan untuk dirinya, sebuah langkah yang memudahkan ekstradisi.

Sementara itu, Assange terus membocorkan dokumen sensitif dan posting kabel terbaru di situs WikiLeaks memperlihatkan banyaknya tindakan kepala pemerintahan yang memalukan seperti Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menerima bantuan dari Presiden Turkmenistan.

Assange dituduh melakukan tindakan pemerkosaan, pelecehan seksual, dan tindakan tak senonoh lainnya pada Agustus lalu saat menghadiri sebuah seminat di Swedia. Pihak otoritas Swedia sudah memberikan peringatan ke organisasi polisi internasional, Interpol, dan mengeluarkan surat perintah penangkapan di seluruh wilayah Eropa. Pihak otoritas Inggris menyatakan tak bisa melakukan penangkapan dengan alasan surat penangkapan yang dikeluarkan tidak valid.(tribun-news.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  17 Juta Lebah Mengamuk Akibat Kecelakaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*