Pengakuan Cewek 17 Tahun Dijual Rp2 Juta

SIDIMPUAN – Pengakuan mengejutkan keluar dari mulut WS (17), korban perdagangan perempuan di bawah umur yang dilakukan SH (27) alias Y, warga Padang Matinggi, Kota Padangsidimpuan. Kata WS, masih banyak perempuan seusianya yang bekerja sebagai perempuan panggilan, bahkan ada juga yang usianya masih di bawah WS.

fnwj8 Pengakuan Cewek 17 Tahun Dijual Rp2 Juta“Sebenarnya bukan hanya saya yang bekerja seperti ini. Masih banyak cewek yang seusia saya, bahkan ada yang di bawah saya turut bekerja dengan cara menemani tamu berkaraoke hingga menemani tidur,” ucap WS.

Menurut WS, kebanyakan cewek-cewek tersebut mangkal di tempat-tempat hiburan malam di seputaran kota, seperti di DZ, JBK, dan Kc. Untuk mendapatkan mereka cukup mudah, tinggal mendatangi tempat-tempat tersebut, atau menghubungi para mucikarinya.

“Mungkin kemarin karena lagi sial saja, makanya si Y dan saya yang ditangkap, kalau mau adil, banyak lagi di tempat-tempat itu cewek seusia saya yang mencari uang dengan cara seperti itu. Sebagian besar juga mau untuk short time atau long time,” tukas WS.

Sementara itu, pengakuan S, perempuan mungil yang masih berusia 16 tahun saat diwawancarai METRO, Minggu (20/10), mengaku kenal dengan WS. Namun, meski sama-sama bekerja sebagai pangledom (istilah untuk menemani tamu karaoke, red) di beberapa tempat hiburan di Psp, mereka tidak begitu akrab. Apalagi di kalangan mereka juga ada istilah persaingan, maksudnya bagaimana agar dapat merogoh kocek yang banyak dari tamu-tamu mereka yang datang ke tempat-tempat hiburan tersebut.

Baca Juga :  Di Padangsidimpuan, Pola Tanam Petani Sesuka Hati sehingga Banyak hama

“Ya kenal gitu aja Bang, enggak akrab kali lah, tapi hampir setiap malamnya kami jumpa itu, kadang kalau enggak di DZ, ya JB. Karena kami kan sudah punya tamu masing-masing. Jadi meskipun kenal, ya hanya sebatas jumpa di tempat itu saja,” tukas S.

S juga membenarkan banyak perempuan seumurannya yang sudah bekerja sebagai pangledom di tempat-tempat hiburan tersebut. Ada yang modelnya memang selalu di satu tempat, ada juga yang berpindah-pindah, bahkan ada yang bekerja kalau ada yang membutuhkan saja. “Kalau saya, ya tergantung panggilan tamunya lah,”ujar S yang mengaku per jam dibayar Rp100 ribu hanya untuk menemani karaoke.

Saat ditanya, apakah ia juga melayani transaksi seksual, S tidak munafik, namun ia lebih selektif dalam memilih tamunya, dan bayarannya juga tidak tanggung-tangung, untuk short time saja, S mematok tarif Rp750 sampai Rp1 juta.

“Mau juga sih, tapi aku lebih memilih tamunya, enggak mau yang sembarangan, takut juga Bang, kalau enggak kenal aku enggak mau, tapi biasanya tamuku orang yang sudah aku kenal,” aku S. (mag 01)metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*