Pengakuan Kholia Harahap yang Melahirkan Sendirian di Gubuk Reot

Dia Berjanji Menikahi Saya Setelah Lebaran

Kholia Harahap (36) tidak pernah membayangkan sebelumnya harus tinggal di gubuk reot bersama adiknya, Dian Harahap (8). Apalagi sampai melahirkan anak sendirian tanpa bantuan bidan plus tak punya suami.

AMRAN POHAN, SIPIROK
Senin (19/12) siang, METRO kembali menyambangi gubuk reot milik Kholia. Di sana, perempuan yang baru beberapa hari melahirkan sendirian ini berbagi kisah asmaranya dengan AH. Pria berusia 20-an ini lah yang disangkakan Kholia sebagai ayah anaknya.

Menurut Kholia, ia berkenalan dengan AH di Pasar Sipirok pada malam hari dan sering mendatangi tempat mereka berdua (Kholia dan Dian), yakni bekas gedung Sekolah Kerajinan Putri (SKP) di seberang Jalan Pasanggarahan dari proyek pasar Sipirok.

Selanjutnya mereka pindah ke arah lapangan merah Sipirok, dengan memanfaatkan gubuk di lahan warga. Mereka membuat gubuk di lahan itu. Sejak tinggal di sana, AH tak pernah muncul lagi atau sekitar 2 sampai 3 bulan terakhir.

“Sejak kami pindah dari SKP itu, dia tak pernah mengunjungi kami lagi. Sebelumnya dia selalu berjanji akan menikahi saya setelah lebaran. Namun setelah lebaran dia tak pernah datang lagi,” kata Kholia.

Dian (8) menambahkan, sejak mereka menempati mushalla Pasar Bawah Sipirok hingga di bekas gedung SKP, AH memang sering mengunjungi mereka dan tidur bersama. Namun ketika ditanya apakah melihat ‘kegiatan’ kakaknya bersama lelaki yang dikenalnya itu, Dian menjawab tidak pernah melihat apa-apa karena dia tidur.

Baca Juga :  Hentikan Eksploitasi Tambang Emas Batangtoru

“Rap modom hai, inda huida arana modom do au (Kami tidur sama-sama, saya tak melihat apa-apa karena tidurnya saya),” aku Dian.

Sementara itu, Lurah Pasar Sipirok, Saruddin Pardede, kepada METRO mengatakan, sesuai dengan pengakuan Kholia dan Dian kepada mereka (pemerintahan) selalu membawa diduga inisial AH (warga Kecamatan Sipirok).

“Pengakuan mereka terhadapa kami, selalu AH dan hanya AH. Saya sudah sering menanyakan hal itu, dan katanya, AH sering berkeliaran di pasar ini. Ini hanya kata mereka berdua, tentu belum dapat dijadikan kepastian, karena kita tahu jelas keterangan keduanya belum bisa dijadikan bukti. Tapi yang terpenting kita lakukan dulu upaya penanganan secara manusiawi terhadap mereka bertiga terutama si anak. Dan kita telah memindahkan mereka ke rumah keluarga dekatnya di Dusun Aek Latong, Kecamatan Sipirok dan selama inipun penanganan dan antisipasi sudah kita lakukan, tetapi memang dasar mereka sendiri susah dan sulit diatur dan kurang nyambung diajak bicara. Tapi yang jelas, kita selalu memberikan tindakan selama ini walau status mereka bukan warga Pasar Sipirok,” tukas Pardede. (*)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*