Pengakuan Tiodor Tambunan, Namboru Gayus

Meskipun Gayus Halomoan Partahanan Tambunan dikabarkan memiliki uang banyak, namun namboru Gayus, Tiodor br Tambunan (87), mengaku tidak pernah merasakan sepeser pun uang Gayus selama ini.

Tiodor br Tambunan

“Gok pe hepengna, dang hea hupangan hepeng nai, Alana so nah ea imana mangirim manang aha tu hami i son (Banyakpun uangnya tidak pernah kumakan uangnya, karena tidak pernah Gayus mengirimkan apapun sama kami di kampung ini),” ujar Tiodor saat ditemui METRO di rumah kakek Gayus di Desa Aek Lancat, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kemarin (15/1).

Diceritakan Tiodor, selama ini adiknya yang juga ayah Gayus, Amir Syarifuddin, untuk menyekolahkan Gayus dan empat saudaranya yang lain ketika tidak punya uang selalu datang ke Aek Lancat untuk meminta bantuan kepada saudara-saudaranya.

“Molo dang adong hepeng ni amang si Gayus, ro do imana tu son, mangido tolong tu hami. Hami pakkumpul ma na adong na sajo, ima hami lehon tu imana asa adong hepeng lao passikolahon akka gellengna (Kalau tidak ada uang bapak si Gayus untuk biaya sekolah anak-anaknya, datangnya ayah si Gayus ke kampung ini minta tolong dibantu. Karena kasihan, kami kumpulkan dari saudara-saudara yang ada di sini baru kami kasih sama ayah si Gayus, biar ada untuk biaya sekolah anak-anaknya),” tuturnya sembari menambahkan, ayah Gayus anak yang paling kecil dari enam bersaudara.

Hanya saja Tiodor sangat menyesalkan sikap Gayus dan saudara-saudaranya setelah dewasa dan selesai kuliah di Jakarta, tidak ingat akan kampung halamannya dan juga familinya yang ada di Aek Lancat.
Warisan dari orang tua mereka kepada ayah Gayus adalah sebuah rumah papan dengan lantai semen yang sudah sekitar 10 tahun lamanya tidak dihuni. Namun, kerap digunakan sebagai tempat berkumpul setiap tahun baru jika ayah Gayus pulang kampung.

Baca Juga :  Dibawa Para Calhaj asal Padangsidimpuan - 454 Tas 'Aburizal Bakrie' Disita

Sepupu Gayus, Saut Tambunan menambahkan, selama ini yang sudah pernah pulang ke Aek Lancat adalah abang Gayus yakni Ipin Tambunan. Itupun saat Ipin masih kecil atau sekitar kelas 2 SD. Dan semenjak itu, tidak pernah lagi. Apalagi hubungan keluarga menjauh karena Gayus dan saudaranya tidak pernah melakukan kontak dan komunikasi sama sekali dengan keluarga di Aek Lancat.

Saut kemudian menceritakan, pada kelas 4 SD, ibu Gayus yang suku Sunda meninggal dunia, dan ayahnya menikah lagi. Namun, mereka sama sekali tidak tahu dan diundang waktu ayah Gayus menikah di pulau Jawa. Bahkan, ketika Gayus menikah pun, mereka tidak tahu dan tidak diundang.

“Waktu kami tahu Gayus sudah menikah, sebagai orang Batak kami mengirimkan ulos kepada bapaknya agar diserahkan kepada Gayus. Cerita ayah Gayus, ulos itu sudah disampaikan kepada Gayus tetapi melalui satpam yang menjaga rumahnya. Karena semenjak Gayus selesai kuliah, hubungan antara Gayus dan saudara-saudaranya dengan ayahnya menjauh, bahkan tidak berkomunikasi sama sekali. Itu ceritanya uda (ayah Gayus, red) sama kita di kampung,” ceritanya.
Ketika ditanya apakah ayah Gayus sering bercerita ketika pulang kampung pada tahun  baru 2011 lalu soal Gayus, Saut mengatakan, ayah Gayus sama sekali tidak ada membuka cerita masalah Gayus. Ayah Gayus hanya mengatakan bahwa dirinya kasihan melihat nasib Gayus dan berharap persoalan hukum Gayus segera selesai.

Baca Juga :  Pemko Padangsidimpuan Akan Salurkan Beras Gratis Kepada 500 RTS

“Tidak pernah cerita kenapa sampai begitu si Gayus. Yang diceritakannya adalah rasa kasihannya kepada anaknya itu. Ayah Gayus hanya berharap persoalan Gayus cepat selesai, itu saja dan kitapun tidak ingin terlalu mendesak. Karena kita kasihan juga melihat ayahnya tertekan,” sebutnya.

Ketika ditanya apakah ada keluarga yang pergi menjenguk ke Jakarta, Saut menuturkan, salah satu nangudanya ada yang pergi ke Jakarta untuk melihat Gayus. “Ada nanguda yang pergi lihat Gayus di Jakarta beberapa waktu lalu. Tapi masih di sana dan belum pulang. Jadi belum tahu gimana ceritanya,” ucapnya.

Saat ditanya apa harapan mereka terhadap Gayus dan saudaranya yang lain, Saut hanya berharap agar Gayus mengingat dan menjalin kembali tali kekeluargaan dengan seluruh keluarga besar di Aek Lancat.(metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. HALAK KITA DISEPUTAR CERITA TENTANG GAYUS : Gayus Tambunan, Haposan Hutagalung, Humala, Marihot ( atasan Gayus), Cyrus Sinaga, Adnan Buyung dan Pia Nasution ( Pengacara Gayus), Junder Tambunan ( pengacara gayus yang baru), Tumbur…. ( pengacara Cyrus sinaga), Hotma Sitompul ( pengacara Istri Gayus)… KOMENTATOR : Jhonson Panjaitan, Ruhut Sitompul, Trimedya Panjaitan…. Darmin Nasution ( namanya disebut sebagai Dirjen Pajak)…. kawanku bilang.. kog dari Sumut semua ya ? hahahahahahahah….. hahahahahah….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*