Pengalihan Angkutan Umum ke Terminal Hutaimbaru Terkendala Izin AKDP

SIDIMPUAN – Sesuai hasil musyawarah bersama antara Dishub, direksi angkutan umum dan organda, Terminal Hutaimbaru Pal IV Maria tetap difungsikan sebagai tempat naik turun penumpang. Namun dalam mengalihkan loket-loket dari Jalan Merdeka, Dinas Perhubungan, Informatika dan Komunikasi terkendala dengan izin AKDP yang dimiliki pengusaha angkutan.

“Sebenarnya semua sudah aman. Namun yang menjadi kendala saat ini ialah pengalihan loket-loket dari Jalan Merdeka menuju terminal. Hal itu dikarenakan izin yang dimiliki pengusaha angkutan umum antar/luar daerah (taksi-taksi) tersebut adalah izin Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Oleh sebab itu Dishub akan mengupayakan penyesuaian dengan pihak pengusaha angkutan, sehingga loket-loket bersedia berangkat dari Jalan Merdeka menuju terminal, sesuai dengan yang telah diharapkan. Dengan tujuan untuk meningkatkan akses lalulintas di Jalan Merdeka dan mengurangi kemacetan,” ujar  Plt Kadishub Psp Ahmad Bestari, Rabu (12/3).

Dia menambahkan, dalam waktu seminggu, pihaknya akan terus mengupayakan agar loket-loket yang ada di Jalan Merdeka segera masuk terminal. Sebab yang menjadi masalah saat ini ialah izin AKDP. Dimana sesuai Keputusan Menteri Perhubungan, terminal yang diperuntukkan untuk AKDP adalah tipe B, sementara Terminal Hutaimbaru Pal IV Maria masih tipe C.

Oleh sebab itu, berdasarkan pertimbangan dalam musyawarah, nantinya izin-izin AKDP yang dimiliki pengusaha angkutan umum tersebut akan disesuaikan, sehingga Jalan Merdeka tetap lancar atau tidak terkendala dengan kemacetan lalu lintas.

Baca Juga :  Mengintip Perjuangan Pedagang Sayur di Pasar Panyabungan, Rosna

“AKDP yang termasuk bus sedang dan bus besar dari landasan tersebut akan disesuaikan ke Terminal Hutaimbaru, dengan tujuan untuk mengurangi kemacetan walau izin yang dimiliki tidak sesuai. Karena kalau dilihat fakta di lapangan pun, unit atau mobil angkutan yang digunakan tidak sesuai dengan izin AKDP. Dimana pengusaha memiliki mobil penumpang yang bermuatan 8 penumpang. Jadi tujuan kita hanya itu, yakni menyesuaikan fungsi terminal dan mengurangi kemacetan di Jalan Merdeka,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Organda Kota Psp Uly Panjaitan mengatakan, musyawarah yang dilakukan pada Selasa (12/3) lalu belum menghasilkan titik temu dari permasalahan. Oleh sebab itu, Organda mengharapkan agar Dishub secepatnya mengupayakan permasalahan pengalihan angkutan umum dari Jalan Merdeka menuju Terminal.

“Belum ada titik temunya, makanya kita berharap dalam waktu seminggu ini permasalahan dapat terselesaikan sehingga tidak ada lagi loket-loket yang berada di Jalan Merdeka menuju Terminal. Kemudian Terminal dapat berfungsi sebagai tempat naik-turun penumpang,” jelasnya. (bsl)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*