Pengamat: Bom Depok Bukan Hanya Kado untuk Presiden

DEPOK – Peneliti Kajian Budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati menilai serangkaian aksi terorisme yang belakangan terjadi, harus diteliti. Apa betul ditujukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah oleh kelompok tertentu yang tak bertanggung jawab.

“Bisa saja banyak pihak yang tak puas karena menganggap banyak kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat. Apa memang betul seperti itu, atau memang ini tetap wujud protes seperti tujuan teror seperti biasanya yakni terhadap pemerintah Amerika Serikat (AS), terkait keamanan internasional, apakah ini betul-betul pesan untuk pemerintah, kita tidak tahu,” kata Devie, Minggu (9/9/2012).

Devie menambahkan, saat ini banyak konflik justru terjadi pada tataran horizontal di masyarakat. Namun, pengaruh dan fungsi kekuatan negara terlihat lemah.

“Negara enggak ada kontrol kuat, mekanisme kekerasan menjadi umum, dengan model pemerintah sekarang, lihat saja sibuk urusan politik, masalah masyarakat tak diperhatikan,” ungkapnya.

Serangkaian aksi teror saat ini termasuk bom Depok, merupakan pesan bagi pemimpin. Bukan hanya presiden, namun siapapun pemimpin di daerah sedang diuji.

“Bukan hanya kado bagi presiden, tapi bagi pemimpin, baik itu bupati, wali kota, gubernur, sedang diminta tanggung jawabnya, dulu kan ada kontrol tegas dimana kita tahu dulu ada kasus petrus, kalau sekarang enggak mungkin kan seekstrim itu, bahkan negara enggak punya kontrol kuat,” tutupnya. (okezone.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Temui Kata Sepakat, Kisruh KMP-KIH Berakhir

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*