Pengamat IT: Kabel Putus, Garuda Hanya Cari Alasan

Klaim pihak Garuda yang menyatakan jika salah satu kabel IOCS terputus, dianggap pengamat IT sebagai alasan yang dicari-cari. Bahkan hal ini menunjukkan jika IOCS yang diimplementasikan Garuda sangat rentan.

“Pada umumnya hanya ada dua jenis kabel pada sistem komputer, yakni kabel listrik dan kabel data. Dari kronologis yang dipaparkan pihak Garuda, sepertinya kabel yang tercerabut adalah kabel data,” ujar pengamat IT, Abimanyu Wachjoewidajat, kepada okezone, Rabu (24/11/2010).

Untuk komunikasi data sendiri, lanjut Abimanyu, ada istilah OSI layer (lapisan fisik paling dasar, data link, sampai lapisan presentasi dan aplikasi) dan terputusnya satu kabel pada IOCS perusahaan penerbangan Garuda bisa diartikan adanya masalah pada lapisan paling dasar (lapisan fisik). Namun biasanya masalah di lapisan ini cukup mudah terdeteksi dengan cepat.

“Mengapa jaringan perusahaan besar seperti Garuda butuh waktu lama untuk mendeteksi? Mengapa tindak lanjutnya tidak cepat? Bisa jadi petugas pemantaunya tidak aware, tidak sigap, atau mungkin tidak memiliki pengetahuan trouble-shooting. Parahnya, bisa jadi Garuda tidak memiliki sistem eskalasi masalah secara terskala sehingga masalah simple ini bisa terabaikan dan berlarut-larut,” papar Abimanyu.

Oleh karena itu, lanjut Abimanyu, seharusnya perusahaan sebesar Garuda menerapkan prosedur redundancy backup, sebuah sistem pencadang identik (mirroring server) yang mampu mengantisipasi masalah dengan cara berpindah server (dari server utama ke server cadangan) secara otomatis. Selain itu prosedur tersebut juga memungkinkan adanya notifikasi alert untuk memperingatkan admin.

Baca Juga :  Google Rayakan Kemerdekaan Indonesia

“Garuda sama saja memojokkan perusahaannya sendiri dengan mengesankan jika IOCS mereka sangat rentan. Jika ada sekira 580 pesawat, 2.000 jadwal, dan 2000 awak kabin, secara hitungan normal seakan itu suatu angka yang besar. Namun semua orang di industru IT tahu, untuk suatu server tingkat midrange atau main frame, angka tersebut bukanlah suatu yang besar bahkan dengan prosesor PC masa kini saja angka tersebut bukanlah suatu beban,” ujar Abimanyu. (okezone.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*