Pengelola Pasar Sangkumpal Bonang Akan Dibahas

Khoiruddin Nasution.

DPRD Padangsidimpuan menjadwalkan untuk membahas Pengelolaan Pasar Sangkumpal Bonang dalam rapat dewan Kamis (02/09) mendatang. Tak hanya persoalan pengelolaan, persoalan lainnya seperti beban tarif listrik yang membebani para pengusaha juga akan dibahas dengan menghadirkan eksekutif, pimpinan PT. Anugerah Tetap Cemerlang (ATC) selaku pengelola pasar dan himpunan pedagang dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Birokrat Bersih (AMPBB). Pembahasan ini menjadi agenda dewan setelah kelompok mahasiswa yang tergabung dalam AMPBB melakukan aksi unjuk rasa bersama para pedagang Sangkumpal Bonang yang dipimpin  Yusuf Pohan, Senin (30/08).  Dalam unjuk rasa tersebut, pimpinan mahasiswa dan pimpinan pedagang diterima sejumlah pimpinan dewan di ruang sidang DPRD Padangsidimpuan.

Ketua AMPBB, Andi Lumalo Harahap mengatakan, sesuai dengan keluhan dari pedagang, diketahui bahwa tarif listrik yang di bebankan tidak sesuai dengan apa yang tercantum dalam rekening listrik dari PLN atau naik sekitar 100 persen dari pembayaran biasanya. Kemudian pedagang juga mengeluh karena dikutip uang jaga malam sebesar Rp 40 ribu per bulan. Bukan itu saja, seluruh pedagang juga masih bingung tentang siapa sebenarnya pengelola Pasar Sangkumpal Bonang apakah PT. ATC atau sudah diambil Pemko Padangsidimpuan.

Menanggapi persoalan tersebut Ketua DPRD Padangsidimpuan, Aswar Syamsi mengatakan, dalam hal ini DPRD sangat aspiratif menyahuti keluhan pedagang Sangkumpal Bonang sampai terbentuknya Pansus Sangkumpal Bonang beberapa waktu lalu. “Karena ini menyangkut masalah teknis maka kita harus merapatkannya terlebih dahulu dengan memanggil dan memintai keterangan seluruh pihak terkait,” katanya.

Baca Juga :  Semangat Hidup Anak TK & SD di Tumpukan Sampah

Menjawab pertanyaan seputar siapa pengelola Pasar Sangkumpol Bonang, Aswar Syamsi menjelaskan dalam hal ini DPRD Padangsidimpuan tidak memberikan rekomendasi atau izin kepada PT. ATC untuk mengelola kembali Pasar Sangkumpal Bonang mengingat izin PT. ATC mengelola Pasar Sangkumpal Bonang sudah habis 13 Januari 2010 lalu.

“Jadi sudah jelas. Makanya untuk menyelesaikan persoalan ini, DPRD sudah membentuk Pansus, namun sayangnya di karenakan anggarannya belum ada Pansus belum bekerja. Tapi Insya Allah di P-APBD 2010 mendatang anggaran Pansus sebesar Rp 200 juta akan di tampung dan Pansus bisa segera mulai bekerja,” ujarnya.

Ketua Pansus Sangkumpal Bonang, Khoiruddin Nasution usai audiensi tersebut menuturkan bahwa dugaan pembengkakan tarif listrik oleh PT. ATC kepada pedagang merupakan salah satu hal yang akan di pertanyakan dan harus dijelaskan pada rapat Kamis (2/9) mendatang. “Melihat potensi yang ada di Pasar Sangkumpal Bonang, PAD yang di sumbangkan ke Pemko bisa lebih dari Rp 300 juta. Saya bukan mau sombong tapi serahkan pengelolaanya kepada saya maka saya bisa memberikan Rp 450 juta pertahunnya kepada Pemko,” katanya. (*)

Sumber:

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Ah …. ketahuan belangnya kau lae! Bentuk pansus koq malah mau jadi pengelola, bukannya memberikan ide brilliant. Bentuk saja badan usaha milik daerah untuk mengelola aset2 pemko, disamping memperluas lapangan kerja juga memberdayakan potensi penerimaan asli daerah secara berkesinambungan. Dengan cara demikian tidak hanya sekedar Rp. 450 juta yang dapat ditargetkan, tetapi dengan intensifikasi dan ektensifikasi pos-pos penerimaan dari sewa kiosk, parkir, space iklan, dll pendapatan asli yang dapat diterima jauh melampuai angka 450 juta perak itu. Bagaimana lae!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*