Pengemis Wajib Setor Rp5000 Per Hari di Sidimpuan

Padangsidimpuan, (Analisa). Para pengemis yang beroperasi di pasar Sangkumpal Bonang Kota Padangsidimpuan diduga menjadi korban pungli oknum keamanan pasar.

Informasi dihimpun Analisa, Selasa (5/2), setiap pengemis yang beroperasi di kawasan pasar Sangkumpal Bonang diwajibkan menyerahkan setoran Rp 5000 kepada diduga oknum pengamanan pasar.

Konpensasi atas pembayaran itu, kebebasan para pengemis menjalankan usaha minta-mintanya di kawasan Pasar Sangkumpal Bonang. Menurut salah seorang pengemis yang minta namanya dirahasiakan, kewajiban setoran Rp 5000 itu sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.

“Setoran biasa diserahkan sore harinya, namun terkadang siang sebelum memasuki arena pasar Sangkumpal Bonang,” ungkapnya. Diakuinya, setoran Rp 5000 ribu itu terpaksa dipenuhi para pengemis karena kawasan pasar Sangkumpal Bonang merupakan salah satu area ‘ter basah’ bagi pengemis di Kota P. Sidimpuan.

“Memang, uang Rp 5000 itu tidak sulit kami dapatkan, namun caranya yang tidak tepat karena kami orang cacat dan susah, ” katanya.

Terpisah anggota DPRD Kota P. Sidimpuan Khoiruddin Rambe mengutuk, tindakan pungli yang dilakukan terhadap para pengemis yang beroperasi di kawasan Sangkumpal Bonang tersebut.

“Jika benar terjadi, itu sungguh sikap yang tidak terpuji dan seharusnya pihak manajemen memberikan sanksi keras kepada para oknum yang terlibat,” imbuhnya.

Khoir menyayangkan, sikap yang menjadikan pengemis sebagai obyek pemerasan meski sesungguhnya usaha minta-minta yang dilakukan para pengemis juga tidak sesuai dengan syariat Islam.

Baca Juga :  Kapolres Madina Diganti

“Pungli harus segera dihentikan, kasihan para pengemis, sudah hidupnya susah, dipalak juga,” katanya. Hal senada dikatakan pengamat sosial Kodir Pohan yang meminta agar pihak manajemen segera turun tangan menghentikan pungli pengemis.

“Pungli pengemis tindakan tercela, pakai dong hati nurani, jangan menghalalkan segala cara,” imbuhnya. (sah/hih)

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*