Pengerjaan Proyek Peningkatan Jalinsum Sibuhuan-Ujung Batu Asal Jadi

Edy Rizky, salah seorang warga Palas menunjukkan keretakan pada proyek peningkatan struktur Jalinsum Sibuhuan-Ujung Batuu, Rabu (5/11)

Proyek peningkatan struktur jalan lintas sumatera (Jalinsum) Sibuhuan – Ujung Batu di Kabupaten Padang Lawas, dinilai asal jadi. Pasalnya baru beberapa hari di kerjakan sudah ditemukan keretakan dan terlihat badan jalan tidak sesuai dengan ukuran.

Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Utara, melalui Dinas Bina Marga provinsi Sumut yang menganggarkan proyek tersebut di Kabupaten Palas bertujuan agar seluruh masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat Palas dapat menikmati hasil pembangunan dibidang infrastruktur jalan.

Kurangnya pengawasan dari pihak Bina Marga Provinsi, dalam hal ini UPTD Bina Marga Gunung Tua, mengakibatkan kontraktor hanya memikirkan keuntungan dan tidak memperhatikan kualitas dari jalan tersebut.

Pemerhati Pembangunan Kabupaten Padang Lawas, DR. Pandapotan Siregar ST, MM saat dijumpai di Sibuhuan,  Selasa (4/11) mengungkapakan, “pihak kontraktor dalam hal ini PT Dalihan Natolu Group (DNG) diduga tidak melakukan pengkorekan aspal yang lama dengan kedalaman 5 cm, hanya secara langsung pengaspalan hotmix pada jalan yang sebelumnya”, ujar Pandapotan.

Panda juga sangat mengkhawatirkan kwalitas pengaspalan hotmix pada proyek peningkatan struktur jalan tersebut, yang notebenenya belum 1 (satu) Minggu, jalan yang diaspal hotmix itu sudah terdapat keretakan.

pihak kontraktor juga melakukan pengaspalan hotmix disiang hari, padahal pelaksanaanya itu bertentangan dengan Peraturan dan Ketetapan  Dirjen Kementerian PU, dimana pengerjaan pengaspalan dikerjakan pada malam hari, hal itu bertujuan untuk menghindari kemacetan, laka lantas, dan kadar suhu aspal hotmix paling minim 70 derajat sampat 100 derajat.

Baca Juga :  Kadin Madina Apresiasi Kenaikan BBM

Lanjut Panda, bahwa pengawasan dari Dinas Bina Marga Provinsi c/q UPTD Bina Marga Gunung Tua terhadap proyek peningkatan jalan itu kurang maksimal, sehingga pihak kontraktor dengan seenaknya saja melaksanakan proyek tersebut, tanpa mengindahkan daripada acuan dan ketentuan yang ada.

selaku Ketua Lembaga Informasi Kajian Pembangunan Padang Lawas, Panda mendeteksi adanya unsur korupsi terhadap proyek peningkatan struktur jalan tersebut, karena setiap item pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan bestek dan tidak mengacu kepada balitbang Dirjen PU Pusat.

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak kontraktor dan pengawas dari Dinas Bina Marga Gunung Tua belum dapat dikonfimasi terkait terdapatnya keretakan pada proyek peningkatan struktur jalan.

/Edi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*