Penggelapan dan Penipuan

Saya punya teman dah cukup dekat bahkan dengan keluarganya juga sudah dekat, sudah seperti saudara sendiri, awalnya saya masih ragu-ragu diajak teman untuk investasi di jual beli mobil, tapi karena dah kenal dekat akhirnya saya setuju untuk menanam modal/memberikan investasi kepada teman saya ini, enam bulan berjalan semua lancar-lancar aja, tapi bulan berikutnya setoran dari jual beli ini tidak ada sampai sekarang, modal yang saya tanamkan sebesar Rp. 60 juta tiap bulan menerima kurang lebih 3,5 juta tapi karena kondisi yang tidak diduga uang modal ma setoran dia pake untuk membeli rumah tanpa sepengetahuan saya, setelah di cek ternyata di mengakui klo dia membeli rumah dari modal yang saya kasih, tapi yang sangat saya sayangkan dia tidak minta persetujuan dari saya sebagai investor untuk membeli rumah dr modal saya, setelah dicek ternyata rumahnya di KPR kan di salah satu lembaga keuangan. yang jd pertanyaan saya

  1. apa bisa saya menuntut dia?sementara di selalu mengaku untuk membayar dan melunasi/mengembalikan modal saya tapi sampai sekarang niat itu tidak ada sama sekali.
  2. apa saya bisa mengambil alih rumah dia dari lembaga keuangan tersebut dengan menceritakan masalah yang sebenarnya?
  3. kalau saya menuntut dia, andai kata dia ditahan atau dipenjara,

apakah mungkin dana saya akan kembali? atau hanya berupa penahan saja tanpa ada pengembalian modal dari pelaku?

mohon kiranya bantuannya pak, saya tidak begitu paham masalah hukum seperti ini, termasuk pidana atau perdata? atas kesempatan bapak membaca masalah ini saya ucapkan terima kasih banyak …

Dari: anas sinaga
Alamat : jln. sukasenang I No. 4
Kota : Bandung
Kota : Jawabarat
No Telp/HP : 022 – 76953xxx / 081931219xxx

—————————————————————————-

JAWABAN ATAS KONSULTASI ANDA:

Pak Anas Yth,
Kami turut prihatin atas keretakan hubungan pertemanan Anda dengan adanya masalah sebagaiaman yang Bapak sampaikan.
Sehubungan dengan masalah hubungan kerjasama menyangkut bisnis jual beli mobil dengan teman Anda, dengan ini kami menyampaikan sebagai berikut :

  1. Apakah kerjasama dimaksud didasarkan pada surat perjanjian  dan apakah uang yang diberikan tersebut dibuatkan tandaterimanya ?
  2. Apakah anda sudah pernah menerima sebagian keuntungan dari usaha tersebut ?
Baca Juga :  Sekilas Pandang UU No.23 th 2004 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

Kedua hal ini tidak dijelaskan sehingga kami hanya memberikan opini hukum secara umum saja. Seandainyapun dalam kerjasama dimaksud Anda tidak membuat surat perjanjian namun jika penyerahan uang disertai dengan kwitansi tanda terima dan ada beberapa saksi yang melihat dan mengetahuinya, hal itu sudah cukup untuk dijadikan sebagai bukti di depan hukum.

Atas pertanyaan yang Anda sampaikan pada point 1, secara hukum Anda tetap dapat melakukan upaya hukum terhadap teman Anda tersebut baik melalui gugatan perdata ataupun melalui tuntutan pidana, karena dalam konteks permasalahan ini, Anda secara nyata mengalami kerugian.

Untuk pertanyaan point 2, kami menyarankan Anda untuk  terlebih dahulu melakukan upaya pendekatan secara kekeluargaan, coba lagi dan ulangi lagi untuk beberapa kali dan jika tetap menemui jalan buntu, cobalah menyampaikannya secara tertulis. Menurut hukum, Anda tidak bisa serta merta mengambil alih rumah teman Anda itu. Jika hal Anda lakukan secara pasti Anda sendiri sudah melakukan pelanggaran hukum. Sebagaimana yang sudah kita ketahui bahwa kepemilikan rumah hanya dapat dibuktikan dari atas nama siapa yang tertera dalam surat kepemilikannya, baik sertifikat, akta Jual beli, akta hibah dll. Oleh karena itu menurut kami, lembaga keuangan yang Anda maksudkan tidak akan memberikan  atau menyerahkan surat kepemilikannya jika hanya bermodalkan  menceritakan kronologisnya, tetapi harus berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Baca Juga :  Penipuan Dan Penggelapan #2 (Tambahan)

Untuk pertanyaan point 3, jika Anda menginginkan pengembalian uang sebaiknya Anda menempuh upaya hukum perdata berupa gugatan disertai dengan permintaan sita jaminan atas rumah tersebut sebagai jaminan pembayaran setelah perkara diputuskan  pengadilan dikemudian hari.

Untuk sementara, hanya ini yang dapat kami sampaikan kiranya bermanfaat. Dan tetap kami sarankan agar Anda mengupayakan pendekatan secara kekeluargaan jika perlu pergunakan pihak keluarga lainnya untuk mencari jalan keluarnya.tks (Bangun Siregar, SH.)

KONSULTASIKAN PERMASALAHAN HUKUM ANDA !
www.apakabarsidimpuan.com bekerjasama dengan Law Firm Bangun, Saminoto & Partners, yaitu Advokat / Pengacara Bangun Siregar, SH. Siap melayani Konsultasi Permasalahan Hukum yang anda hadapi secara ONLINE dan tentunya GRATIS;

SILAHKAN KIRIMKAN PERMASALAHAN ANDA MELALUI FORM DISEBELAH —

Isi dari surat anda sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan-nya jika dianggap tidak jelas, tidak etis dan berbau SARA

PERHATIAN: Semua kotak isian (field) harus diisi!

[contact-form 1 “KOSULTASI”]


CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.