Penghematan! Ikan Bawal, Sate, dan Sayur Oyong Jadi Menu Jokowi-Kalla

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
2312375jokojek2780x390 Penghematan! Ikan Bawal, Sate, dan Sayur Oyong Jadi Menu Jokowi Kalla
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Istana tak harus selalu menunjukkan kemewahan, apalagi tatkala pemerintah tengah melakukan penghematan anggaran besar -besaran. Aneka macam pos anggaran yg semula sudah ditetapkan pun tidak hanya dipangkas pada awal tahun, namun jua untuk kedua kalinya pertengahan tahun ini. Bahkan, mungkin saja akan dilakukan balik di akhir tahun Bila penerimaan pajak meleset.

Itulah yg sekarang terjadi. Waktu Presiden jokowi menjamu Wapres Jusuf Kalla makan siang sembari membicarakan soal politik serta ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/9), petugas jamuan hanya menyediakan menu sederhana. Selain ikan bawal, sate, juga sayur oyong. Rabat pepaya pada piring mungil jadi hidangan epilog sebelum keduanya mengakhiri pertemuan.

”Ah, enak itu, kami biasa makan sederhana, yang krusial sehat serta apa yang dibicarakan tercapai,” ujar Wapres Kalla saat dihubungi di Kamis malam. Bagi Kalla, yg harus ditunjukkan sang pejabat dan keluarganya adalah kesederhanaan dalam berbagai hal sehingga bisa menyampaikan contoh nyata.

Ketua Biro Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden Kementerian Sekretariat Negara Darmastuti Nugroho, yg masih menjadi Plt ketua Bagian Jamuan, menambahkan, semenjak masuk Istana, Presiden joko widodo memang tidak pernah minta ini-itu buat sajian makannya.

”Presiden terima apa pun yg disajikan saat makan beserta mak Negara, Wapres, menteri, atau menjamu tamu lain. Bagi kami, yang krusial selain pantas jua sehat. Pada efisiensi serta kesederhanaan, Istana harus tetap dapat membagikan ’The Ultimate Showcase of Indonesia’,” istilah Darmastuti.

Sebelum berangkat berasal Wisma Bayurini pada Istana Kepresidenan Bogor, Presiden joko widodo jua hanya minum teh hangat anggun dengan pisang goreng atau atau ubi rebus. ”Kadang-kadang, ya, hanya itu sarapannya karena makannya sedikit,” istilah kerabat joko widodo.

Kesederhanaan jadi keseharian Presiden. ”Jadi, saat ada mutilasi aturan, tidak terdapat problem,” lanjut oleh kerabat.

Baca Juga :  Mesir Kembali Bergolak, Pendemo Tuntut Mubarak Diadili

Tidak ada makan siang

semenjak usulan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang disetujui Presiden-Wakil Presiden, buat kembali memotong aturan kementerian serta lembaga semenjak akhir Juli lalu, Istana wajib menjadi contoh lebih dahulu. ”mutilasi anggaran yang kami lakukan buat ke 2 kalinya itu hampir Rp 500 miliar. Yg pertama lebih dari Rp 154 miliar dan yang ke 2 lebih dari Rp 320 miliar,” ungkap Menteri Sekretariat Negara Pratikno.

Biaya rutin, mirip perjalanan dinas, makan-minum, serta seminar, yg tak penting dan utama telah seharusnya dipotong. ”Kami hindari kedap di luar kantor atau bepergian yg tidak krusial. Sebisa mungkin kedap selesai sebelum pukul 12 siang tidak perlu makan. Hanya minum air putih, kecuali bila kedap undang orang luar. Tetapi, itu hanya snack,” ucap Pratikno.

Jangan heran saat seorang pejabat pada Setneg mengatakan kelaparan waktu Rabu siang kemudian terselesaikan rapat. ”Kami cuma minum serta minum air putih,” ujar pejabat eselon II itu.

Waktu bertamu pada tempat kerja Staf Presiden (KSP) di Gedung Binagraha, Kompleks Istana, Kompas hanya disediakan ubi dan pisang rebus serta secangkir kopi. ”Kami wajib ikut hayati sederhana,” ujar pegawai KSP.

Petugas Biro Pers yg menemani wartawan Istana Kepresidenan meliput KTT G-20 dan mendahului berangkat ke Hangzhou, Tiongkok, kemarin, pula diinstruksikan buat tak makan di restoran. ”Kami akan disediakan nasi kotak,” ujar kepala Bagian Pers Biro Pers, Media, serta isu Setpres Kementerian Setneg Wawan.

Adapun wartawan yg meliput kegiatan Wakil Presiden ke Padang, awal pekan depan, tidak naik pesawat komersial, namun pesawat Hercules Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. ”aku jua perintahkan rombongan yang menyertai kunjungan saya ke KTT Nonblok di Venezuela serta Sidang awam PBB hanya 15 orang termasuk pengawal dan kami gunakan (pesawat) komersial agar tidak mahal,” kata Kalla.

Baca Juga :  Ical vs Media Kuasa Hukum Ical Hadapi Lima Media

Presiden pun, lanjut Wakil Presiden, memakai pesawat kepresidenan BBJ-2 yg ongkosnya Rp dua miliar ke KTT G-20, Jumat pagi. ”Coba dulu, gunakan pesawat Garuda, rombongannya lebih berasal 100 orang, biayanya berapa? Pesawatnya saja sampai Rp 30 miliar,” kata Kalla.

Waktu turun dari pesawat kepresiden BBJ di Amerika perkumpulan, jokowi pernah menyatakan, Presiden-Wakil Presiden harus memakai pesawat sendiri meski lama dan banyak berhenti. ”aku diberi memahami, (menggunakan BBJ-dua) bisa irit poly, cuma agak capek karena wajib berhenti-berhenti. Aku enggak persoalan, malah senang kalau transit beberapa kali,” ujar jokowi.

Saat Presiden menyampaikan pengarahan kepada perwira remaja TNI dan Polisi Republik Indonesia pada Yogyakarta, akhir Juli kemudian, rombongan diinapkan di Gedung Agung, Kompleks Istana Kepresidenan, Yogyakarta, sekamar berempat. Jua waktu pelantikan pembangkit listrik di Gunungsitoli, Sumatera Utara, rombongan Presiden makan siang menggunakan sajian sederhana di kompleks Kodim 0213 Nias.

Kesederhanaan dan hayati hemat menjadi keniscayaan. Sekarang, persoalannya, apakah kementerian serta lembaga pada luar Istana telah ikut melakukan hal yang sama?

Kompas.Com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*