Pengunduran Diri Menlu – Jepang Begini Seharusnya Pejabat Bersikap

1017244620X310 Pengunduran Diri Menlu Jepang Begini Seharusnya Pejabat Bersikap
Menteri Luar Negeri Jepang Seiji Maehara membungkukkan badannya di hadapan pers setelah menyampaikan pengumuman pengunduran dirinya di Tokyo, 6 Maret 2011.

KOMPAS.com – Menteri Luar Negeri Jepang Seiji Maehara secara mendadak mengundurkan diri karena telah melanggar produk undang-undang di negaranya dengan menerima dana politik dari seorang warga asing. Pengunduran diri Maehara Seiji merupakan pukulan baru bagi pemerintahan Perdana Menteri Naoto Kan yang performanya selama ini diguncang oleh kritik publik.

Seiji Maehara (48) hingga Minggu (6/3/2011) tercatat genap menjabat sebagai menlu selama 6 bulan. Maehara selama ini diunggulkan untuk menggantikan posisi Naoto Kan. Ketua Sekretaris Kabinet Yukio Edana untuk sementara akan merangkap jabatan dengan posisi yang ditinggalkan oleh Maehara.

Kan adalah pemimpin negara ke-5 Jepang yang dalam 4 tahun terakhir rating popularitasnya merosot di bawah angka 20 persen. Pemerintah Jepang telah diterpa kritik sehubung dengan ketidakmampuannya menangani masalah serius seperti penyusutan ekonomi, membengkaknya utang nasional hingga menyusutnya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya angka penduduk usia manula.

Maehara mengakui telah menerima dana sebesar 250.000 yen atau sekitar 3.000 dollar AS selama beberapa tahun terakhir dari seorang perempuan Korea berusia 72 tahun yang telah hampir sepanjang usianya menetap di Jepang. Maehara menerangkan telah menjadi sahabat perempuan ini sejak masa kanak-kanaknya.

Undang-undang yang berlaku di Jepang menutup kemudahan bagi warga asing untuk menjadi warga negara di negeri matahari terbit walaupun anggota keluarga dari warga asing itu telah menetap di Jepang selama beberapa generasi. Warga asing yang mencakup ratusan ribu etnis Korea yang menetap di Jepang sebagian besar berasal dari buruh yang didatangkan secara paksa ke Jepang selama Perang Dunia II.

Baca Juga :  Kemarin Mesir, Kini Aljazair

Undang-undang pengaturan dana politik di Jepang melarang anggota parlemen untuk menerima donasi apapun dari warga asing termasuk dari mereka yang terlahir di Jepang. Pengunduran diri Maehara yang disampaikan dalam sebuah keterangan pers diperkirakan menambah noda ketidakpercayaan publik terhadap pemerintahan Kan.

Sambil membungkukkan badannya, Maehara menyampaikan permohonan maaf secara terbuka ke publik dalam sebuah keterangan pers.

“Saya memohon maaf ke segenap rakyat bahwa saya terpaksa meletakkan jabatan setelah mengabdi selama 6 bulan karena telah menyebabkan ketidakpercayaan yang bermuara dari isu politik dan uang meskipun saya telah berjanji untuk menciptakan kondisi politik yang bersih,” ujarnya.

“Saya sungguh menyesali masalah yang berasal dari kesalahan saya sendiri ini.”

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*