Pengungsi Merapi Terus bertambah

?Membeludaknya pengungsi Gunung Merapi membuat Pemkab Klaten harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan logistik. Karena stok yang dimiliki hanya dapat memenuhi kebutuhan pengungsi selama sepekan.

Kondisi ini tentu sangat jauh berbeda dengan empat hari sebelumnya yang diperkirakan kebutuhan logistik masih mencukupi untuk sebulan. Penyebab utama tentu lonjakan jumlah pengungsi yang awalnya hanya 4.500 orang, kini melonjak hingga 99.293 jiwa!

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Edy Hartanto kemarin mengatakan, setiap hari gelombang pengungsi terus bertambah. Sehingga membuat Satkorlak Penanggulangan Bencana (PB) harus terus mengecek persediaan logistik yang dimiliki. Tujuannya tentu agar tidak pemenuhan kebutuhan bagi pengungsi tidak telat.

“Kami akan terus mengevaluasi kebutuhan apa saja yang harus segera dipenuhi. Untuk sementara beras aman dalam batas waktu tidak ditentukan. Karena kami mengandalkan persediaan yang ada di gudang Bulog. Sementara untuk yang lain seperti lauk pauk, sayur, dan makanan kering hanya cukup untuk sebulan,” ujarnya.

Dia menambahkan, meski bantuan masyarakat terus mengalir namun jumlahnya tidak sebanding dengan bertambahnya jumlah pengungsi. Dua hari terakhir jumlah pengungsi melonjak hingga 50 ribu, padahal bantuan dari masyarakat sangat terbatas.

“Namun nasib pengungsi sudah menjadi tanggung jawab kami. Kami juga akan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi agar mendapat tambahan dana untuk mengurusi keperluan pengungsi yang terus bertambah,” ungkapnya. Banyaknya warga yang ketakutan menjadi faktor utama bertambahnya pengungsi. Karena banyak yang trauma dengan suara dentuman dan guguran bahan vulkanik dari dalam Merapi.

Baca Juga :  Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Sangat Tinggi

Upaya untuk memperkecil gelombang pengungsi sudah dilakukan yaitu menggelar koordinasi dengan pemerintah desa agar menyosialisasikan zona aman di wilayah masing-masing. Namun upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil, hal ini ditandai dengan masih banyaknya warga yang mengungsi.

Sementara itu, Bupati Klaten Sunarna menjamin kebutuhan bagi pengungsi. Karena masih ada dana tak terduga (DTT) Rp1,5 miliar di kas Pemkab. Memang dana tersebut bukan hanya untuk mengurusi bencana Merapi. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*