Pengungsi Sinabung Hampir Capai 11.000 Jiwa

Sejumlah warga pengungsi Gunung Sinabung beristirahat di posko pengungsian sementara di Kaban Kabanjahe, Karo, Sumatra Utara, 3 Juni 2015.

Medan – Setelah sempat ‘istirahat’, Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali menyemburkan debu vulkanik sepanjang Jumat (26/6) dan Sabtu (27/6).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabrina Mars menjelaskan, pascaerupsi pihaknya terus mencari tempat lokasi pengungsian tambahan. Mengingat, jumlah pengungsi terus bertambah?.

Saat ini, dikatakan, jumlah pengungsi erupsi Gunung Sinabung mencapai 3.127 Kepala Keluarga (KK) dengan pengungsi mencapai total 10.505 jiwa. Seluruh pengungsi juga sudah tersebar di beberapa titik.

?”Jumlah pengungsi sudah lebih dari 10ribu jiwa. Tersebar di beberapa titik dan terus bertambah setelah Sinabung kembali erupsi,” kata Sabrina, ketika di jumpai di Posko pengungsian Paroki Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (27/6).

Saat ini, dijelaskan, pengungsi Gunung Sinabung masih membutuhkan bantuan? logistik dan bahan makanan ringan. Terutama logistik untuk menu berbuka puasa bagi pengungsi yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kalau bantuan berupa obat-obatan, sejauh ini sudah cukup. Saat ini, mereka (pengungsi) ?masih membutuhkan bantuan logistik,” kata Sabrina.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Ikatan Istri Karyawan dan karyawati Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN, Hanifah Mursydan Baldan memberikan bantuan kepada pengungsi di tiga titik.

Masing-masing di Posko pengungsi Paroki Kabanjahe (pengungsi tiga Desa Pancur)?, Posko pengungsian KNPI (Gedung Serbaguna) Kabupaten Karo serta pengungsian GPDI Desa Ndokum Siroga, Simpang Empat Kabanjahe.

Baca Juga :  Gordang Sambilan & Tortor Bakal Tampil di Palembang - Festival Keraton Nusantara VII

?Bantuan yang diberikan meliputi kasur atau matras sebanyak 600 unit, kopiah, mukenah dan sarung masing masing 400 buah, ratusan set pakaian sekolah SD, SMP, SMA, berikut buku sekolah dan juga bantuan logistik seperti biskuit, sarden dan mie instan.

“Dua minggu yang lalu saya kesini (pengungsian) dan selalu berpikir apa yang bisa kami berikan. Hari ini kami bersama-sama dengan teman-teman yang ikut membantu,” kata Hanifah di Posko pengungsi Paroki Kabanjahe.

Pada kesempatan itu, dirinya juga ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada ?pengurus Gereja Katolik (Paroki) setempat yang sudah turut membantu para pengungsi.

“Saya juga sampaikan terimakasih kepada Paroki Kabanjahe yang sudah memberikan tempat. Saya salut karena sudah membantu selama beberapa tahun ini,” ucap Hanifah.


Yeremia Sukoyo/FIR – Suara Pembaruan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*