Pengungsi Sinabung Jadikan Capung Pengganti Daging

(Analisa/didik sastra) CARI CIBET: Anak pengungsi Sinabung di posko Tiganderket mencari cibet sebagai pengganti lauk makanan Kamis (12/6).

Oleh: Didik Sastra

PULANG sekolah tidak ada aktifitas, anak-anak pengungsi sinabung di posko Tiganderket mencari cibet (anak capung) di areal persawahaan untuk dijadikan lauk pauk.

Hal ini dikarenakan minimnya ikan dan daging di pengungsian, sehingga menjadikan cibet sebagai alternatif pengganti lauk.

Anak capung yang dikenal masyarakat Karo cibet saat ini bagi pengungsi menjadi makanan paporit yang disukai, khususnya anak-anak.

Dikatakan M Syafii (10), anak pengungsi Sinabung asal Desa Selandi Kecamatan Payung pencari cibet di Desa Genting Kecamatan Tiganderket kepada Analisa Kamis (12/6), mencari cibet biasa dilakukan setelah pulang sekolah.

Aktifitas di posko sepulang sekolah tidak ada, ia bersama teman-temanya mencari cibet di areal persawahan tanaman padi yang lokasinya tidak jauh dari posko tempat mereka mengungsi.

Jarangnya mengonsumsi ikan dan daging selama dipengungsian, cibet jenis binatang suka hidup di tempat basah umumnya berkembang biak di persawahaan menjadi alternatif pengganti daging dan ikan.

“Rasanya gurih dan mudah mencarinya membuat saya dan teman-teman setiap waktu luang turun ke sawah mencari cibet,” katanya.

Cibet yang di dapat dalam jumlah banyak biasanya disajikan bersama sayur gulai, goreng, dan sambal.

Senada, Veby br Sinulingga (9) anak pengunggsi Desa Selandi Kecamatan Payung mengatakan, mencari cibet bersama teman-teman sepulang sekolah mengasikkan. “Biar badan kotor karena lumpur tidak masalah, yang penting bisa dapat cibet dan makan malam bersama teman-teman berlauk cibet sudah enak”.

Baca Juga :  Nasib Rahudman Harahap tunggu putusan MA

Binatang cibet merupakan anak capung belum bermetamorfosis menjadi capung, yang umumnya hidup di persawaaan cukup air. Mudah dicari dan mudah ditangkap.

Unsur pada cibet yang gurih rasanya dengan testur daging seperti belalang yakni protein, karbonhidrat dan serat nabati.

Walau demikian pihak terkait harus teliti lebih lanjut binatang cibet yang saat ini di konsumsi anak-anak pengungsi./Analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*