Pengunjukrasa Bentrok dengan Petugas Kejatisu

Belasan pengunjukrasa mengatasnamakan sebagai Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Padang Lawas Utara (PP Gema Paluta), bentrok dengan pegawai/petugas Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), ketika berdemo di depan gedung lembaga hukum tersebut, Jalan AH Nasution, Medan, Rabu (13/7).

Mulanya unjuk rasa berjalan damai, mereka menuntut penuntasan dugaan korupsi APBD Tapsel tahun 2001/2002, dan meminta Kejatisu segera mengusut dugaan penyelewengan APBD tahun 2009 di Pemkab Padang Lawas Utara senilai Rp23,5 miliar.

Namun suasana berubah menjadi ricuh sekitar pukul 11.30 WIB, ketika Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum)/Humas Kejatisu, Edi Irsan Tarigan menerima pengunjukrasa. Ternyata kehadiran Humas Kejatisu ditolak massa, mereka meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), AK Basuni Masyarif agar menemui massa secara langsung.

“Tak kami butuh Humas, karena dari dulu semua tuntutan tak pernah ditanggapi, kami minta Kajatisu langsung untuk menemui kami,” tegas Amarmaqrup Siregar selaku Koordinator Aksi PP Gema Paluta.

Pernyataan tersebut tentu saja disambut teriakan berupa sindiran kepada lembaga tersebut dari pendemo lainnya. Di tengah kobaran api berasal dari pembakaran dua unit ban mobil bekas tersebut, massa terus menuntut Kajatisu untuk turun. Petugas dan pegawai Kejatisu ternyata merasa khawatir dengan kobaran api tersebut, dan mencoba memadamkannya. Hanya saja mendapat perlawanan dari massa yang terus menyindir.

Seorang petugas Kejatisu merasa tidak terima dengan hal itu langsung menemui pengunjuk rasa, diduga petugas tersebut melayangkan pukulan ke salah seorang pengunjuk rasa.

Baca Juga :  8 Siswa MIS Berenang Lintasi Danau Toba Lima Jam

Akibatnya massa semakin mengamuk hingga adu jotos antara kedua kubu tak bisa dihindari. Aksi itu berlangsung hingga ke jalan raya sehingga mengakibatkan jalan raya macat. Bahkan tiga pengunjukrasa mengalami luka-luka setelah menjadi bulan-bulanan petugas Kejatisu.

Petugas kepolisian berusaha menenangkan kejadian itu, namun tidak membuahkan hasil. Akibatnya petugas kepolisian mengusir pengunjukrasa. Atas kejadian itu massa akan melaporkannya ke Polresta Medan, bahkan akan membawa massa lebih besar lagi jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Sementara, Humas Kejatisu ketika dikonfirmasi mengaku tidak ada kejadian bentrok hingga adu jotos tersebut, yang terjadi hanya aksi saling dorong saja. (dn)

sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*