Pengunjung Pasar Gunungtua, Disambut Tumpukan Sampah

Tumpukan sampah di depan gerbang masuk Pasar Gunungtua, Kecamatan Padangbolak, Paluta, membuat pengunjung gerah. Sebab keberadaan sampah itu menebar bau tak sedap. Amatan METRO, Kamis (8/9) sore, sampah-sampah terlihat berserakan, sebagian menumpuk di tempat sampah maupun di trotoar pinggir jalan. Selain berserak hingga ke badan jalan, sampah-sampah itu sangat mengganggu pemandangan dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Salahseorang pedagang di Pasar Gunungtua B Harahap, kepada METRO, mengatakan, jangankan pengunjung, mereka yang sehari-hari berdagang di pasar itu juga sangat risih. “Biasanya setiap hari sampah-sampah itu diangkut petugas, akan tetapi, sejak Lebaran, sampah itu tidak diangkut. Sehingga sangat banyak tumpukan sampah,” ujar Harahap.

Ia mengutarakan, sejak sampah itu menumpuk di depan pasar, pengunjung pasar jadi merasa tidak nyaman. “Bau tak sedap dari tumpukan sampah ini sangat terasa menyengat. Sampah dekat area parkir sepedamotor dan mobil terlihat menggunung, sehingga para pembeli yang berkunjung tak nyaman dan tidak betah berlama-lama,” ungkapnya.

Ramadhan (32), salahseorang pengendara sepedamotor, yang ketepatan berhenti di depan Pasar Gunungtua, mengaku sangat terganggu oleh bau busuk yang menyengat. Ia berharap agar instansi terkait segera menangani sampai itu. “Kita berharap ada penanganan terhadap sampah ini, pasalnya tumpukan sampah ini sangat menggangu kesehatan kita,” harapnya.
Di tempat terpisah, salahseorang Pejabat di Lingkungan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Kebakaran Paluta, enggan namanya dikorankan, mengatakan pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengangkut sampah tersebut setiap hari. “Ada kemungkinan sampah itu kembali menumpuk setelah dibersihkan mengingat daerah itu adalah areal pasar yang selalu menghasilkan sampah. Setiap pagi, kami mengerahkan petugas kebersihan untuk mengangkut sampah itu,” ujarnya. (thg/dro)

Baca Juga :  FIFA: PSSI-KPSI Harus Sadar

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*