Pengusaha Angkutan Kecewa Ada Dugaan Monopoli Trayek

SIDIMPUAN – Dari tujuh perusahaan angkutan umum yang diizinkan beroperasi di Kota Padangsidimpuan (Psp), beberapa diantaranya merasa dianaktirikan. Itu karena adanya dugaan monopoli trayek oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda).

Ketua CV PO Angkola Nauli Transport (Anatra) Hasim Pohan kepada METRO, Selasa (7/5) mengatakan, selama ini yang boleh beroperasi di 17 trayek dalam Kota Psp selalu atas nama tiga perusahaan. Sedangkan empat lainnya, yakni perusahaan CV PO Anatra, PO Sinar Remaja, PO Beringin Jaya dan CV Bintang Prima, tidak diizinkan masuk pada trayek yang dikuasai tiga perusahaan tersebut.

Hal senada dikatakan Ketua CV Beringin, Jaya Faisal Windo. Menurutnya, hal itu bisa dilihat pada trayek 03 jurusan Pasar-Sitataring. Dimana setiap perusahaan lain yang hendak masuk bergabung pada line tersebut, tidak diizinkan. Alasannya jumlah kendaraan pada trayek 03 sudah penuh, yakni 10 kendaraan.

“Jadi hanya yang tiga ini saja yang boleh beroperasi, sedangkan kami tidak boleh. Padahal sesuai surat Walikota Psp, kita bisa saja beroperasi di 17 line yang ada selama kita mempunyai izin.

Namun kenyataannya, kami tidak boleh masuk ke line itu de ngan,” ujar Faisal dan Hasim. Sementara Ketua Organda (Organisasi Angkutan Darat) Cabang Psp Sarifuddin, didampingi Sekretaris Uly Panjaitan menyebutkan, dalam waktu dekat mereka akan melaksanakan rapat internal yang melibatkan pengusaha angkutan umum yang ada di Kota Psp. Pada rapat itu akan  dibicarakan upaya pembagian hak trayek sesama angkutan kota.

Baca Juga :  REM BLONG - Minibus Masuk Jurang di Tapsel, 6 Orang Tewas

“Kita akan berupaya merapatkannya, agar tidak saling tuding. Memang sesuai surat izin dari walikota, setiap pengusaha ang kot bisa beroperasi di 17 trayek Kota Psp,” papar Ketua Organda yang baru ini.

Oleh karena itu, masalah empat perusahaan yang merasa disingkirkan ini, secara perlahan akan dibicarakan pengurus Organda untuk mengambil  sikap yang arif dan bijaksana dalam persamaan hak sesama pengusaha angkutan umum di Kota Psp.

Diketahui, sesuai izin walikota, trayek di Kota Psp berjumlah 17 line, dengan 300 armada angkutan. (tan)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*