Peni: PSSI Arogan, Tak Berhak Pecat Klub

2215068p Peni: PSSI Arogan, Tak Berhak Pecat KlubMALANG, KOMPAS.com — Ketua Umum Persema Malang Peni Suparto menegaskan bahwa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia tidak berhak mencabut keanggotaan Persema dari PSSI.

“Yang berhak mencabut keanggotaan Persema adalah kongres PSSI, bukan PSSI-nya. Keputusan PSSI tanpa melalui kongres itu sebagai bentuk arogansi dan saya akan melakukan perlawanan secara hukum,” kata Peni di Malang, Sabtu (22/1/2011).

Peni yang juga Wali Kota Malang itu menyebutkan, PSSI tidak punya hak mencabut keanggotaan Persema sebagai anggota PSSI. Karena itu, tidak ada dasar hukumnya jika PSSI mengeluarkan Persema dari keanggotaan PSSI tanpa melalui kongres.

Seharusnya, kata Peni, PSSI bisa bersikap arif terkait dengan Persema dan dua klub lain yang sebelumnya berlaga di ajang Liga Super Indonesia (LSI) akhirnya harus  menyeberang ke Liga Primer Indonesia (LPI).

Menurut dia, tampil di ajang LPI bukan berarti Persema keluar dari PSSI. Persema hanya keluar dari LSI, bukan PSSI.

Akan tetapi, lanjutnya, tidak hanya Persema senior yang mendapatkan perlakuan tidak adil. Persema U-18 juga dicoret dari keikutsertaannya di Liga Remaja Nasional.

Sikap yang ditunjukkan PSSI itu, ujarnya, sama sekali tidak menunjukkan jati diri sebagai lembaga pembina sepak bola. “Pokoknya kami akan lawan keputusan PSSI yang tidak adil ini,” kata mantan anggota DPR tersebut.

Dalam kongres PSSI yang digelar di Bali, 21-23 Januari, itu Persema bersama Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar tidak mendapatkan hak suara karena telah membelot dari LSI dan ikut kompetisi LPI yang disponsori konsorsium perusahaan milik Arifin Panigoro.

Baca Juga :  Kabupaten Padang Lawas Utara Terkorup Keempat di Sumut

Persema akhirnya memilih berkompetisi di LPI dengan dalih tim asuhan Timo Schuenemann itu selalu dicurangi wasit ketika bertanding. Selain itu, konsep pertandingan yang ditawarkan LPI dinilai jauh lebih bagus dan fair play ketimbang kompetisi LSI.

Pada awal pergelaran kompetisi LPI yang dibuka di Stadion Manahan, Solo, itu juga dijanjikan akan digunakan wasit asing. Namun, dalam beberapa kali pertandingan, wasit yang memimpin tetap wasit lokal yang sebelumnya adalah wasit LSI.

Kabarnya, di ajang LPI yang sampai sekarang masih menunggu tim ke-20 itu, Persema mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 20 miliar dari konsorsium.

Anggaran dalam APBD Kota Malang yang masuk pos KONI sebesar Rp 18 miliar itu, menurut Peni, akan digunakan untuk membangun stadion di lima kecamatan di daerah itu. (ANT)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*