Peninjauan Tata Ruang Kota Berdasarkan UU No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang

Saat ini banyak terjadi pembongkaran-pembongkaran yang dilakukan Pemda terhadap suatu bangunan di tengah-tengah kota yang berubah fungsi dari struktural Tata ruang yang sudah dibuat Pemerintah. Namun tidak sedikit masyarakawat yang melawan Pembongkaran-pembongkaran itu dengan berbagai alasan-alasan seperti jika bersentuhan dengan alasan suatu Tata Ruang suatu Kota wilayah yang menurut mereka sudah tidak layak lagi peruntukan wilayah jika dilihat dari situasi dan kondisi perkembangan jaman dan perkembangan ekonomi.

Untuk itu, melalui Pasal demi pasal dari UU Tata Ruang Kota yang ada yang perlu masyarakat mengetahuinya sekaligus untuk menambah wawasan para berbagai pihak terhadap apakah Pembongkaran yang dilakukan oleh Pemda sesuai dengan Peraturan UU atau tidak, maka UU No 26 tahun 2007 perlu lebih dimaksimalkan sosialisasinya ke Masyarakat Indonesia.

Beberapa Isi dari UU No. 26 tahun 2007 tersebut yang menarik kita cermati adalah Pasal 16 tentang “Rencana Tata ruang dapat ditinjau kembali”, mengandung makna bahwa suatu Tata Ruang Kota mendapat suatu kepastian hukum akan dapat dirubah Fungsi Tata Ruangnya jika suatu saat perkembangan situasi ekonomi dan situasi lainnya memungkinkan untuk dirubah tata Ruang yang sudah ada sebelumnya. Dan Peninjauan Tata Ruang tersebut mencakup rencana struktur ruang dan rencana pola ruang menurut (Pasal 17 UU No. 26/2007).

Undang-undang ini kurang dipahami sebagian masyarakat Indonesia sehingga terkadang yang ada dipikiran mereka saat membangun suatu bangunan terkadang hanya mengurus surat2 IMB saja… atau bahkan merubah IMB agar sesuai dengan keinginan tanpa mengetahui adanya aturan Tata Ruang perkotaan tersebut. Kalau dilihat aturan yang benar memang seharusnya Jika IMB diurus dengan benar, maka tidak akan ada pelanggaran terhadap IMB yang diurus/diharapkan oleh masyarakat.

Baca Juga :  Ibu Rumah Tangga jadi Bandar Togel

Namun akibat suatu tuntutan situasi dan kondisi suatu perkembangan wilayah, tidak sedikit kita temui masyarakat banyak merasa ditipu saat membeli Tanah dan Bangunan atau membangun/merenovasi bangunan tanpa melihat Aturan Tata Ruang ini.
Dalam Hal mengurus IMB sering kali masalah Tata Ruang ini tidak diketahui oleh masyarakat sehingga yang ada dibenaknya dengan adanya sertifikat IMB maka selesailah izin dari semua pembangunan yang dilakukan. Kurangnya koordinasi di pihak Pemda sering sekali membuat sertifikat IMB ditangan warga/masyarakat sering bodong alias tidak diurus sesuai dengan yang seharusnya menurut peraturan yang berlaku.

Menurut pasal 20 auat (4): Rencana Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditinjau kembali 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun.

Maksudnya adalah Peninjauan kembali rencana tata ruang merupakan upaya untuk melihat kesesuaian antara rencana tata ruang dan kebutuhan pembangunan yang memperhatikan perkembangan lingkungan strategis dan dinamika internal, serta pelaksanaan pemanfaatan ruang. Hasil peninjauan kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional berisi rekomendasi tindak lanjut sebagai berikut:
a. perlu dilakukan revisi karena ada perubahan kebijakan nasional yang mempengaruhi pemanfaatan ruang akibat perkembangan teknologi dan/atau keadaan yang bersifat mendasar; atau
b. tidak perlu dilakukan revisi karena tidak ada perubahan kebijakan nasional yang mempengaruhi pemanfaatan ruang akibat kembangan teknologi dan keadaan yang bersifat mendasar

Baca Juga :  6 Pasangan Balon Bupati/Wakil Bupati Daftar ke KPU Madina, 1 dari Jalur Independen

Artinya bahwa suatu Tata Ruang kota yang tadinya secara Tata Ruang adalah Tempat Tinggal/Rumah Tinggal (Wisma Besar, Sedang dan Kecil) bisa dirubah peruntukannya dalam jangka tertentu oleh Pihak Pemda dengan Koordinasi dengan Pemda Pusat berdasarkan pertimbangan-pertimbangan perkembangan suatu wilayan.

Perubahan2 peruntukkan ini sangat diperlukan dijalankan oleh Gubernur/Bupati/Walikota/Kecamatan/Kelurahan disetiap kota yang perkembangannya sangat cepat dan perkembangan penduduknya cukup padat, seperti Jabotabek, Medan, Surabaya, Makassar dan kota-kota lainnya.

Sebagai Contoh, banyak wilayah di Jakarta yang berdasarkan Tata Ruang yang lama adalah Tempat Tinggal, namun seiring perkembangan saat ini, sudah tidak layak lagi menjadi tempat Tata Ruang Tempat Tingga/Rumah Tinggal. Hal-hal seperti itu tidak sulit mencari di Jakarta ini apakah Tata Ruang yang ada/yang lama masih sesuai dengan kondisi sekarang atau tidak.

Banyak Tata Ruang di Kota Jabotabek itu perlu dievaluasi oleh Pemda dan pihak2 terkaid yang punya kewajiban melaksanakan itu sesuai dengan UU No. 26/2007 dan juga di Kota-kota lain selain Jabotabek. Pelaksanaan UU No.26 tahun 2007 ini perlu dilaksanakan guna mengurangi benturan-benturan antara Pihak2 pemda dengan para Masyarakat perkotaan atau benturan dengan para pengusaha-pengusaha yang selalu melihat situasi suatu wilayah/Jalan raya di kota untuk melakukan investasi-investasi usaha.

Dalam hal melakukan evaluasi-evaluasi ini juga, perlu diawasi dari berbagai elemen-elemen masyarakat baik dari Tokoh masyarakat setempat, Pihak terkait, Akademis setempat, Organisasi sosial / LSM sekitar guna memastikan bahwa akan dilakukan perubahan2 suatu Tata Ruang kota dengan tepat dan benar.

Baca Juga :  Seluruh PNS Tapanuli Selatan diminta untuk Tingkatkan kualitas SDM

Mengingat situasi perkembangan setiap kota saat ini juga, maka Penerapan UU Tata Ruang ini perlu dipublikasikan setiap saat atau setiap ada perubahan Tata Ruang yang dilakukan.
Dan jika dalam suatu wilayah/Jalan dikota tidak pernah ditinjau/di evaluasi dalam jangka sebagaimana peraturan dalam Undang-undang ini, maka selayaknya pembongkaran2 yang dilakukan oleh pihak2 pemda setempat perlu ditinjau lebih jauh sebelum dilakukan tindakan pembongkaran untuk menjaga kepentingan semua pihak-pihak yang ada di suatu wilayah tersebut. (fs).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*