Ketahuan Mengintip Santriah Di Sungai Huta Godang, Penjual Kerupuk Keliling Dapat Bogem Mentah

Ramadhan (34 Thn) Warga Asal Hasahatan Jae Ketahuan Mengintip Santri Pemandian Sungai Huta Godang

Aek Nabara Barumun| Ramadhan (34 Thn) warga Hasahatan Jae yang sehari – harinya menjual kerupuk keliling ketahuan mengintip di pemandian santriah pada hari ini kamis (26/03/2015) pada jam 14:35 wib siang oleh salah satu warga Aek Nabara bernama Ardi Hasibuan (26 Thn).

Ardi menemukan pelaku bersembunyi di perairan irigasi warga dalam keadaan buka baju.dengan sikap dia membawa pelaku ke posko utama salah satu PonPes di Desa Aek Nabara Tonga.

Menurut saksi yang berhasil saya interview dan juga orang pertama kali menemukan pelaku di tempat kejadian mengatakan ” kami sudah 2 minggu mengintai pelaku karena ada laporan dari pihak yayasan ke warga bahwa ada salah satu santri mereka berinisial AS (14 Thb) di buka rok dan di gunting celana dalamnya ketika sedang tidur,tiba -tiba korban sadar dan melihat pelaku sedang beraksi dia berteriak dan pelaku lari keluar asram setelah dikerja pelaku menghilang dalam sekejap”

Menurut banyak warga masyarakat aek nabara barumun berpikir kalau pelaku sedang menuntut ilmu hitam dengan tujuan bisa berubah jadi hewan dan bisa menghilangkan tubuhnya ketika dalam keadaan mendesak.

Ketika diberitahukan kepada sala satu paranormal berinisial “MN” (45 Thn), “Mengatakan Pelaku sedang menuntu ilmu hitam dengan target bisa menyetubuhi gadis yang masih perawan sebanyak 9 orang,kalau pelaku berhasil mendapatkannya dia bisa berubah jadi apa saja dan juga bisa menghilang”

Baca Juga :  Kabupaten Madina Tuan Rumah Popdasu

Sehingga dalam 2 minggu terakhir ini masyarakat dan di bantu Naposo Nauli Bulung (NNB) Aek Nabara Tonga berjaga – jaga mulai dari jam 05:00 wib sore sampai jam 05;00 wib di pagi hari disekitaran PonPes tersebut.

Karena masyarat geram dan merasa terpanggil hatinya untuk ronda demi untuk menemukan pelaku yang sudah berbuat nekat kepada santriah di ponpes tersebut.

Dengan ditemukannya pelaku membuat amukan marah masyarakat membludak sehingga pelaku mendapatkan pukulan dan bogem mentah yang bertubi – tubi dari tangan warga yang sudah geram dengan tingkah laku pelaku.

Setelah berita ini diturunkan pelaku masih berada di posko tersebut untuk menunggu hasil musyawarah pihak perangkat desa dengan Pembina Yayasan tentang tindak lanjut pelaku.apakah pelaku dibawa ke Pihak berwajib atau hanya diberikan saksi tegas oleh pihak yayasan berupa peringatan dan sanksi.(AEH)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*