Penrimaan CPNS – Tebing Tinggi Sepi Peminat

Penerimaan CPNS 2010 di Kota Tebing Tinggi masih sepi pelamar. Hingga kemarin, Minggu (28/11), dari 151 formasi yang tersedia, jumlah pelamar masih 645 orang.

Kepala BKD Kota Tebing Tinggi Drs Amas Muda memperkirakan, pelamar akan ramai di hari terakhir penu tupan pada 3-4 Desember 2010.

Terkait teknis seleksi, BKD Tebing Tinggi saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU). “Pengadaan dan pengerjaan soal ujian kita pihak Panitia mengagendakan bekerja sama dengan pihak Universitas Sumatera Utara (USU) ,’’ Bilang Amas Muda.

Pelaksanaan seleksi tertulis nantinya akan mengunakan Gedung TC Sosial Jalan Rumah Sakit Umum Kota Tebing Tinggi. Kalau pelamar melebihi angka 1.000, panitia akan menggunakan gedung sekolah yang ada.

Seperti di beberapa daerah lain, formasi dokter spesialis dan beberapa formasi lain masih belum ada peminat. Seperti dokter spesialis radiology (2 orang) dan dokter spesialis patologi (2 dokter). Selain itu, perancang peraturan perundang-undangan S-2 hukum latar belakang S-1 hukum pidana (1 orang) dan S-2 Hukum latar belakang S-1 hukum perdata sebanyak satu (1) orang. “Sampai sekarang kita masih kekurangan tenaga –tenaga tersebut,’’ tutur Amas Muda.

Sedangkan Panitia seleksi CPNS Pemkab Deli Serdang telah mengirim 1.000 nomor peserta ujian kepada pelamar yang mengirimkan bekasnya melalui PT Pos Indonesia kantor cabang Lubuk Pakam.

Menurut Kasubid Pengadaan Pengawai, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Deli Serdang, Syahrul, jumlah berkas pendaftar yang telah masuk mencapai 3.000 berkas.

Baca Juga :  Menyulap Ladang Ganja Aceh dan Mandailing Natal bak Doi Tung

Deli Serdang telag memutuskan akan bekerja sama dengan USU dalam teknis pembuatan soal dan perankingan. BKD juga telah mempersiapkan empat kecamatan sebagai wilayah tempat ujian, yang meliputi Kecamatan Lubuk Pakam, Bringin, Pagar Merbau dan Tanjung Morawa. “Bila jumlah pelamar tidak membludak dapat saja hanya dua kecamatan saja yang dikonsentrasikan. Sedangkan tempat ujianya, di sekolah-sekolah memilik pemerintah Deli Serdang,” ungkapnya.

Sementara itu, jumlah pendafar CPNS di Langkat mulai mengalami peningkatan. Hingga kemarin, total pelamar sudah mencapai 850 orang, masing-masing tenaga teknis 367 orang, pendidikan 291 dan kesehatan 192 orang.
“Formasi yang paling minim pendaftar yakni dokter umum, sebanyak 25 orang untuk merebutkan 5 kursi yang dibutuhkan,” kata  Kabid Pengembangan dan Diklat BKD Langkat Mawardi Natsir.

Sejauh ini, BKD Langkat belum memutuskan akan bekerja sama dengan PTN manapun. “Untuk pengadaan soal, sudah ada  tiga PTN yang diusulkan yakni USU, ITB dan UI, tapi belum diputuskan yang mana dipilih,” katanya.

Sektor Swasta Terabaikan

Tingginya minat masyarakat mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Sumut menunjukkan angka fantastis. Pengamat politik dan pemerintahan, Warjio SSos MA, melihat tingginya minat pencari kerja menjadi PNS, menunjukkan kegagalan kebijakan pemerintah mengembangkan sektor swasta. Fenomena ini juga menunjukkan celah mendapatkan penghasilan lebih bila dibandingkan bekerja di sektor swasta.

“Sebenarnya kalau pemerintahnya memberikan kemudahan sektor swasta dan membuka peluang luas, maka para generasi muda akan berpikir menciptakan, bukan lagi hanya berpikir mengabdi di perintahan,” katanya.
Pemerintah dinilai gagal memberi pemahaman seluas-luasnya mengenai unsur mencipta dan berkarya. Pemahaman yang awam malah lebih kepada unsur mengabdi dengan atasan. Bahkan, pola pikir generasi muda tercekoki dengan mudahnya para PNS menggunakan anggaran untuk membelanjakan sesuatu, sehingga peluangnya mudah sekali mendapatkan kekayaan. “Mungkin ini anggapan yang salah, tapi inilah sebuah fakta yang terjadi di tengah-tengah masyarakat saat ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Sambil Menangis, Orangtua Pelaku Teror di Gereja St Yosep Minta Maaf

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Medan, Lahum Lubis mengatakan, pihaknya tidak membatasi pelamar, tetap memproses berkas yang masuk sampai tenggat waktu penutupan pendaftaran. “Memang tiap tahun tren pendaftar CPNS cendrung ramai, sehingga terkadang harus menambah anggaran untuk penyiapan penggandaan dan pengiriman kartu ujian CPNS,” akunya. (hariansumutpos.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*