Penyebab Bayi Menangis Histeris Di Malam Hari

Jangan salahkan makhluk halus jika mendadak bayi menangis histeris di malam hari.

Panik karena bayi menangis histeris

Pernah nggak sih si Kecil bercanda dengan ayah atau kakaknya sampai tertawa terpingkal-pingkal (ala bayi tentunya) di siang hari, lalu mendadak ia menangis histeris di malam hari (sampai kejer-kejer, menurut seorang member Komunitas Ibu Menyusui) dan Anda panik karena tangisannya sama sekali tak bisa ditenangkan?

Ibu saya bilang, bayi yang belum berusia satu tahun memang akan rewel seperti itu jika ia terlalu banyak bercanda di siang hari. Sementara seorang member lain mengatakan, mungkin bayi menangis histeris karena melihat penampakan hantu.

Mana yang benar? Daripada berpikir yang tidak-tidak, lebih baik ikuti dulu ulasan kami berikut ini.

Beberapa penyebab umum bayi menangis histeris di tengah malam

1. Kelelahan

Mengajak bayi bepergian dan berada dalam kendaraan dalam waktu lama bisa membuatnya merasa lelah, walaupun tampaknya ia tertidur nyenyak selama perjalanan.

Tidur dalam kendaraan tidaklah selega dan sebebas tidur di atas kasur. Anggota tubuh bayi mungkin berada dalam posisi yang kurang tepat selama perjalanan, sehingga ia merasa ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya.

Namun karena belum bisa berbicara, bayi menangis di tengah malam untuk ‘menyatakan’ ketidaknyamanannya itu.

2. Mimpi buruk

Bayi berusia 4 bulan memiliki kesamaan dengan manusia dewasa dalam beberapa hal, sehingga mereka juga bisa mengalami mimpi buruk. Dan hal yang muncul dalam mimpinya biasanya terkait dengan apa yang ia alami sepanjang hari itu.

Baca Juga :  Inilah 7 Makanan Untuk Kesehatan Mata Anda

Misalnya, bayi sudah wangi dan manis sesudah mandi sore, dan Anda mengajaknya bercanda. Tapi mendadak smartphone Anda berbunyi dan perhatian Anda tak lagi mengarah padanya. Ia merasa kecewa dengan sikap Anda, tapi juga belum mampu mengungkapkannya dengan kata-kata.

Rasa kecewa ini akhirnya muncul dalam bentuk mimpi. Mungkin ia bermimpi melihat Anda pergi meninggalkannya dan menangislah bayi sejadi-jadinya.

3. Night terror

Night terror (teror malam) berbeda dengan mimpi buruk, Parents. Seseorang yang mengalami teror malam bisa saja mendadak marah-marah, menangis atau duduk dengan mata terbuka ketika sedang tidur lelap. Ketika bangun ia tak bisa mengingat apa yang dilakukannya, karena ia sebenarnya sedang tertidur waktu melakukannya.

Para ahli berpendapat, teror malam terjadi karena ada sistem saraf pusat yang mengatur aktivitas otak tiba-tiba menjadi terlalu aktif. Teror malam bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi.

Bayi menangis histeris dan menolak untuk disusui jika teroris malam ini menyerang. Bahkan ia mungkin akan meronta-ronta ketika Anda menggendongnya.

Stres menjadi pemicu night terror pada orang dewasa. Sedangkan pada balita dan bayi penyebabnya adalah kurangnya jam tidur (misalnya karena tidak tidur siang) atau jam tidur yang tidak teratur.

4. Rasa tertekan

Siapa bilang bayi kecil Anda tidak mengerti apa yang Anda rasakan? Bayi yang masih menyusu pada ibunya terbiasa merasa nyaman dalam dekapan sambil mendengar detak jantung bundanya yang teratur.

Baca Juga :  Jumlah Orang Gemuk Terus Bertambah

Sedikit perubahan pada iraman detak jantung Anda akan membuatnya gelisah, sampai terbawa dalam tidurnya.

Rasa tertekan pada bayi juga bisa diakibatkan oleh suara keras yang mendadak dan membuatnya terkejut. Jagalah agar jangan sampai Anda dan ayahnya bertengkar dengan nada suara meninggi, karena ini juga bisa membuatnya tertekan.

5. Sakit

Faktor penyebab berikut akan dapat dengan mudah Anda kenali melalui suhu tubuhnya yang mendadak tinggi, nafas yang tidak teratur dan suara grok-grok dari tenggorokannya.

Kolik atau perut kembung pada bayi, yang terjadi karena terlalu banyak menelan udara saat menyusui, juga bisa menjadi penyebab bayi menangis histeris di malam hari.


Referensi : babycenter.com, ahaparenting.com

 

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*