Penyerangan Ahmadiyah – Polisi Jangan Sesatkan Publik

1348396620X310 Penyerangan Ahmadiyah Polisi Jangan Sesatkan Publik
Penyerangan Ahmadiyah di Bogor Salah satu rumah warga yang dibakar massa di Ciampea Udik RW. 5, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/10/2010). Massa menyerang desa yang dihuni sekitar 500 jemaah Ahmadiyah, menghancukan belasan rumah, membakar dua rumah dan satu masjid.

Pihak kepolisian diminta untuk tidak memberikan informasi yang bukan sebenarnya kepada publik seputar insiden penyerangan ke pemukiman Jemaah Ahmadiyah di Cisalada, Ciampea, Bogor, kemarin. Hal ini disampaikan oleh Direktur LBH Jakarta Nurcholis dalam keterangan pers di kantor YLBHI, Sabtu (2/10/2010).

“Konferensi pers ini untuk meluruskan distorsi polisi. Polisi bilang ini konflik horizontal yang dilatarbelakangi penyerangan. Tapi ini penyerangan yang dilatarbelakangi kebencian,” katanya.

LBH Jakarta sebagai kuasa hukum Jemaah Ahmadiyah meminta polisi untuk menghindari kriminalisasi korban, termasuk satu orang Ahmadiyah yang saat ini sedang diperiksa. Menurutnya, seharusnya para penyerang dari warga luar yang diperiksa.

Sekretaris Pers Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia Zafrullah Ahmad Pontoh mengatakan yang terjadi adalah penyerangan oleh sekelompok orang berjumlah 20 orang. Mereka melempari mesjid yang didirikan dan digunakan oleh warga Ahmadiyah. Setelah berhasil dihalau, ternyata datanglah massa yang lebih besar lagi hingga membakar dan merusak mesjid dan pemukiman.

“Setelah terjadi penyerangan kedua baru ada korban,” tambahnya.

Pontoh meminta pemerintah dan aparat lebih serius dalam memberikan jaminan kepada warganya untuk kebebasan beribadah.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2010/10/02/14390664/Polisi.Jangan.Sesatkan.Publik

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*