Penyerangan Jemaah Ahmadiyah Cikeusik – Siapa Arif Sesungguhnya?

Arif, saksi yang merekam penyerangan Ahmadiyah - inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta – Arif, saksi mata dan perekam penyerangan berdarah terhadap jemaah Ahmadiyah di Desa Umbulan, Cikeusik, Pandeglang, Banten kini menjadi orang yang penting untuk mengusut tuntas penyerangan itu.

Keberadaannya kini sangat dilindungi karena ada sejumlah pihak yang ingin menganggu keselamatannya. Siapa sesungguhnya Arif?

Ia adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sebuah instansi pemerintah di Serang, Banten. “Dia bekerja di lembaga pemerintah, PNS, tapi dia bekerja sebagai juru kamera,” ujar Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Joseph Adi Prasetyo, di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (11/2/2011).

Pria beristri yang telah dikaruniai anak ini merupakan pengikut alias jemaah Ahmadiyah yang berdomisili di Serang, Banten. “Saya tidak tahu berapa lama dia menjadi jemaah Ahmadiyah, tapi yang pasti dia bersama tujuh belas jemaah Ahmadiyah yang datang ke rumah Ismail Suparman,” kata Joseph.

Suparman adalah pemilik rumah yang dirusak massa saat penyerangan itu terjadi. Sebelum penyerangan itu, rumah Suparman didatangi 17 anggota jemaah Ahmadiyah yang berniat menyelamatkan aset milik Suparman. Arif merupakan salah satu di antara mereka.

Arif merupakan pria yang tergolong muda namun memiliki kemahiran merekam gambar, karena memiliki pekerjaan sebagai juru kamera selain sebagai abdi negara. “Usianya masih muda, dibawah tiga puluh,” tambah Komisioner Komnas HAM Ridha Saleh.

Baca Juga :  Sebagian Indonesia Masih Gelap, Dahlan Justru Jual Listrik Ke Papua Nugini

Kemahirannya merekam gambar membuatnya berperan sebagai tim dokumentasi jemaah Ahmadiyah. Pada Minggu (6/2/2011) pagi Arif datang bersama tujuh belas Ahmadiyah lain dari Serang dan Jakarta, ke kediaman tokoh Ahmadiyah Ismail Suparman.

Dalam kunjungannya itu, Arif telah mempersiapkan diri dengan membawa handycam. Karena itulah ia bisa mereka adegan penyerangan tersebut secara detil, mulai dari sebelum penyerangan hingga tewasnya tiga jemaah Ahmadiyah.

Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Arif bisa selamat dan lolos dari amuk massa. “Karena orang menduga dia wartawan,” kata Joseph.

Mengapa Arif mampu merekam gambar dengan fokus dengan kondisi psikologis yang juga cukup baik? “Karena jam terbangnya sudah tinggi. Dia memang seorang cameraman, bukan wartawan,” kata Joseph lagi.

Hasil gambarnya yang baik, lanjut Joseph, dikarenakan saat pengambilan gambar Arif menggunakan penyanggah kamera yang membuat hasil gambar tidak kabur. [lal]

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*