Perajin Gula Aren Butuh Perhatian Pemkab

07 03 2014 sirapa 00 Perajin Gula Aren Butuh Perhatian Pemkab
Elmi, pengrajin gula aren di Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Madina.

METROSIANTAR.com, MADINA – Perajin gula aren di Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengharapkan perhatian dan pembinaan dari Pemkab Madina.

Demikian disampikan Elmi (32) pengrajin sekaligus penjual gula aren kepada METRO, Kamis (6/3) di Panyabungan. Ibu dua anak ini mengatakan, sebagai produsen sekaligus penjual Gula Aren merupakan usaha warisan turun temurun dari orangtua dan nenek mereka. Sebab menurut Elmi menjadi perajin merupakan sumber usaha yang cukup menjanjikan bagi perekonomian keluarganya.

“Yang buat kami sendiri, dan dijual di depan rumah berkebetulan berada dipinggir Jalan, pembelinya dari berbagai daerah. Baik itu dari Madina maupun dari warga Sumatera Barat, apalagi desa kami berada di perbatasan Sumut dan Sumbar,” ucapnya.

Disebutkan, hampir setiap hari mobil parawisata yang membawa turis manca negara sering mampir untuk membeli sekaligus melihat peroses pembuatannya. Elmi juga mengatakan gula aren ini dikemas perbiji atau biasa disebut pergindar dengan berat 1 Kilogram, berbeda dengan produksi gula aren dari daerah lain.

“Hampir 70 persen masyarakat di sejumlah desa sekitar penghasilannya dari memproduksi gula aren, disamping bertani. Harganya kami jual untuk saat ini sebesar Rp 17 ribu per kilogram, dan dalam satu hari kami bisa memproduksi belasan kilogram, tetapi memproduksinya tidak setiap hari,” ungkapnya.

Diceritakan, sebelumnya mereka selalu menjual hasil produksi gula aren kepada pengumpul, namun belakangan ini masyarakat sudah menjual sendiri karena penghasilannya lebih banyak, dan tempat jual gula aren ini di depan rumah sehingga masyarakat yang lalu lalang bisa melihat dan membeli gula aren baru masak.

Baca Juga :  Hubungan Duo McLaren Diyakini akan Lebih Panas

Namun belakangan ini, para pengrajin gula aren ini menghadapi berbagai kendala khususnya masalah modal. Untuk itu mereka berharap kepada Pemkab Madina bisa memberikan bimbingan usaha gula aren dan juga membantu permodalan, agar produksi mereka bisa lebih meningkat dan tentunya penghasilannya akan lebih naik.

“Kendala kami adalah di bidang pemasaran dan modal, kami berharap Pemkab Madina bisa memperhatikan usaha kami, memberikan dukungan sekaligus bimbingan bagaimana mengembangkan usaha ini. Dan tentunya butuh modal, itulah yang kami perlukan saat ini,” tambahnya.

Mukmin, warga Panyabungan yang mengaku sering membeli gula aren yang berasal dari Muara Sipongi, menurut Mukmin ada bedanya gula aren dari produsen yang lain dengan Muara Sipongi, sebab yang di Muara Sipongi bentuk gulanya besar dan wangi. “Setiap saya lewat dari daerah Muara Sipongi, saya selalu membeli gula aren sebagai oleh-oleh ke rumah, karena rasanya juga enak,” ucap Mukmin. (wan)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*