Perambah Hutan Register 40 PALAS Dibawa ke Medan

Sebanyak empat tersangka perambahan 2.100 hektare area hutan produksi tetap atau Register 40 Padang Lawas (Palas) diserahkan Direktorat Penyidikan Kementerian Kehutanan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan, kemarin.

Keempat tersangka, yakni Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Serba Guna Berumun Sosa Tedung Siahaan, Sekretaris KUD Ely Irwan Harahap, Ahmad Zulfan Daulay dan Ketua Koperasi Tani Makmur Bersama Sipgianto.Mereka tiba di Bandara Polonia Medan sekitar pukul 15.50 WIB menumpang pesawat Lion Air dari Jakarta. Salah seorang penyidik di Direktorat Penyidikan Kementerian Kehutanan Suharyomo mengungkapkan, kasus perambahan hutan tersebut sudah lengkap dan akan dilimpahkan ke Kejari Padangsidimpuan.

Keempatnya dinilai melanggar pasal 50 ayat 3 Undang- Undang No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. “Sudah P21 dan akan dilimpahkan ke kejaksaan,” ujar Suharyono kepada wartawan di Bandara Polonia Medan, kemarin. Dalam pasal itu disebutkan setiap orang dilarang mengerjakan dan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah serta merambah kawasan hutan. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar sesuai dengan pasal 78 ayat 2 UU 41/2009. Keempat tersangka yang keluar dari terminal kedatangan domestik tampak hanya dikawal oleh satuan polisi hutan.

Mereka langsung dibawa ke mobil Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) tanpa diborgol. Salah satu tersangka Ahmad Zulfan Daulay mengatakan, dirinya tidak bersalah karena tak melakukan perambahan hutan. Dengan mengenakan kemeja merah, pria berkulit putih tersebut mengaku hanya membeli atas nama koperasi.“Saya tidak merambah. Hanya membeli atas nama koperasi,” ujarnya singkat. Zulfan enggan menanggapi ketika ditanya keterlibatan oknum pejabat daerah.

Baca Juga :  Polresta Padangsidimpuan Segera Siapkan PAM Natal

Dia hanya mengatakan sebagai korban dari kasus tersebut.Sementara Suharyono membantah kalau mereka hanya asal tangkap .

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/337640/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*