Perambahan hutan di Palas makin mengkhawatirkan

WASPADA ONLINE

greenpeace forestpicture Perambahan hutan di Palas makin mengkhawatirkanMEDAN – Pembukaan lahan di beberapa titik hutan di kabupaten Padang Lawas dinilai semakin meningkat dan dikhawatirkan akan berdampak pada rusaknya ekosistem di hutan itu.

Ketua Gerakan Mahasiswa Padang Lawas (Gema Padang Lawas), Ansor Harahap, di Medan, tadi malam, mengatakan, gerakan konservasi yang dicanangkan pemerintah pusat, elemen masyarakat dan mahasiswa serta LSM lingkungan ternyata jauh dari pertimbangan Pemkab Padang Lawas (Palas).

Terbukti, kini setelah pemerintahan kabupaten defenitif terbentuk hutan Padang Lawas semakin banyak yang dijarah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Oleh karena itu, masyarakat dan mahasiswa menganggap ini sebagai bentuk ketidakberpihakan pemkab terhadap aspirasi masyarakat. Reaksi masyarakat terhadap pembukaan lahan itu hingga saat ini tidak mendapat tanggapan positf dari pemerintah,” katanya.

Dari hasil pengamatan di lapangan, kata dia, ada beberapa titik hutan Padang Lawas yang sedang dijarah oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yakni yang berada di desa Botung, kecamatan Batang Lubu Sutam, dan desa Ulu Aer, kecamatan Sosopan serta beberapa titik lainnya yang tersebar di kecamatan Barumun Tengah, dan Sosa.

Misalnya saja di desa Ulu Aer, lahan yang akan dibuka oleh pengusaha dan bekerja sama dengan sebagian kecil masyarakat adalah sekitar 320 ha, dimana sekarang mesin cinsaw lebih dari 25 unit  beroperasi melakukan penebangan kayu di hutan itu.

Baca Juga :  Wakil Bupati Palas Buka Kejurda Tinju Junior/Youth dan Open Tournament Elite 2014

Meski sebagian besar masyarakat menolak rencana penebangan dan pembukaan lahan tersebut dan telah mengumpulkan tanda tangan masyarakat yang keberatan, operasi tetap lanjut.

Iming-iming yang disampaikan kepada masyarakat bahwa pengusaha tersebut akan membuka lahan perkebunan dengan metode plasma yakni dengan memberikan dua hektare per kepala keluarga.

Menurut informasi yang diperoleh masyarakat juga dilibatkan dalam ganti rugi pembebasan lahan yang akan dijadikan jalan menuju proyek rencana perkebunan dan dalam pembelian bibit nantinya.

Atas dasar keprihatinan terhadap kondisi penjarahan hutan Padang Lawas yang semakin meraja lela tersebut, katanya, Gema Padang Lawas akan terus melakukan konsolidasi dan gerakan melawan mafia kayu serta jejaringnya, khususnya di kabupaten Padang Lawas dan Padang Lawas Utara.

“Kami juga akan terus menuntut pemkab setempat agar bertanggung jawab terhadap pengabaian kondisi dan kebijakan yang mengancam hutan dan kenyamanan masyarakat itu,” katanya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*