Perambahan Hutan Lindung Nabundong Semakin Merajarela – Bupati Paluta Didesak Copot Kadis Kehutanan Paluta

Paluta, (Analisa). Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), Drs H Bachrum Harahap didesak segera mencopot jabatan Kadis Kehutanan Paluta Ir Mara Thaib Harahap dan menggantikan dengan pejabat baru.

Desakan ini mengingat ia diduga kuat terlibat dalam penebangan kawasan hutan lindung Nabundong yang terletak antara Kecamatan Ulu Sihapas dan Kecamatan Padang Bolak Julu, Paluta pasalnya hingga kini belum ada upaya penghentian dan terkesan tutup mata dan diam dalam penebangan hutan dan pembalakan kayu secara terus menerus dan tidak ada hentinya di kawasan hutan Lindung Nabundong itu.

Bahkan aksi perambahan hutan yang dilakukan oknum-oknum penguasa berdasi tersebut boleh dibilang nekad. Sebab penebangan kayu dilakukan di jalur lintas Gunung Tua- Padangsidimpuan. Aksi nekad dan ilegal itu sudah berjalan hampir beberapa tahun belakangan ini dan terkesan dibiarkan oleh dinas kehutanan Paluta.

Ironisnya lagi slogan dilarang menebang kayu dikawasan hutan lindung Nabundong hanya tinggal slogan yang terpajang di setiap sudut Nabundong, bahkan Kadis Kehutanan Paluta Ir Mara Thaib Harahap selaku orang yang bertanggungjawab atas hutan di Paluta seakan menutup mata dan belum melakukan patroli maupun penangkapan terhadap para pelaku penebangan hutan.

Hal tersebut ditegaskan Ketua DPK MPI Paluta Nuhrom Ahadi Siregar SP SPdi, kepada Analisa, Rabu (12/9) ketika mengomentari perambahan hutan Nabundong yang semakin hari semakin merajarela.

Baca Juga :  Kemiskinan masalah utama Pemkab Madina

Ia mengaku sangat miris melihat Hutan Lindung Nabundong yang sudah mulai gundul. Hutan dirambah dan ditebang oleh pengusaha bermoduskan garapan masyarakat terdahulu.Padahal kenyataannya, lahan yang diusahai pengusaha itu adalah kawasan hutan.

“Pembalakan kayu secara besar-besaran yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir, akibat dari pembalakan kayu secara illegal itu, sangat dikhawatirkan terjadinya pencemaran lingkungan secara besar-besaran pasalnya penebangan pohon dilakukan asal asalan tanpa melalu mekanisme,” katanya.

Jika hal ini terus dibiarkan, lanjutnya, dikhawatirkan akan merusak lingkungan dan ekosistem air, serta upaya mengantisipasi pemanasan global tak tercapai.

Nuhrom juga mendesak Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH untuk segera melakukan investigasi guna mengusut dugaan illegal loging di kawasan hutan Nabundong tersebut karena telah melanggar ketentuan hukum. “Kami berharap dengan adanya informasi ini, Kapolres Tapsel tidak tinggal diam, dan segera mengusut tuntas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Kehutanan Paluta Ir Mara Thaib Harahap belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui telepon selulernya maupun melalui pesan singkat kemarin, ia tidak menjawab telepon. (ong)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Nuhrom, bongkar terus kasus-kasus Paluta, kita dukung. Walau layak dicamkan, si Mara Thaib kan cuma aparat “pion” si Bahrum. Jangan lupalah, sebagian modal si Bahrum jadi bupati Paluta kan hasil yg dikeruknya dari “86” jabatan Ketua DPRD Tapsel na jolo dari kasus-kasus hutan di Angkola Selatan dan Muara Batang Toru. Jangan-jangan gerombolan pengusaha perambah Nabundong kroni si Bahrum, berarti makin bobrok saja bupati kalian itu ya!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*